Politik
Kabinet Indonesia Bersatu II

Wakil Menteri Bukan Jatah Parpol

Nama-nama mereka akan dituntaskan dalam waktu dekat ini.

Selasa, 27 Oktober 2009, 14:36 WIB
Umi Kalsum, Muhammad Hasits
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan wakil menteri tidak akan diberikan untuk kalangan partai politik. Wakil menteri hanya akan diisi pejabat karir atau orang yang profesional di bidangnya.

"Tidak... tidak (parpol),  profesional. Itu adalah pejabat karir," tegas Hatta usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 27 Oktober 2009.

Dari sejumlah wakil menteri yang disiapkan, Hatta mengakui ada bebarapa yang berada di bawah koordinatornya. Siapa saja dan apa saja kementeriannya sekarang sedang digodok. Presiden saat di Hua Hin, Thailand sempat menyebutkan wakil menteri akan ditempatkan di sejumlah departemen, seperti Departemen Pertanian, Departemen Keuangan, Departemen Perindustrian, Departemen Tenaga Kerja, dan Departemen Luar Negeri.

Yang pasti jumlahnya tidak akan sampai setengah jumlah menteri yang ada, yakni 34 orang. "Separuh itu banyak, saya nggak usah berspekulasi. Tapi kalau separuhnya tidak," kata dia.

Kementerian itu, menurut Hatta memiliki intensitas dan frekuensi kerja yang tinggi sekali, sehingga dirasakan perlunya posisi wakil menteri sesuai UU Nomor 39 tahun 2008. Soal nama-nama calon wakil menteri ini, Hatta memilih bungkam. "Kalau nama-namanya saya tidak berani menyebutkan," kata dia.

Para wakil menteri ini rencananya akan dilantik dalam dua minggu ini berbarengan dengan pelantikan Kepala BKPM Gita Wirjawan dan Sekretaris Kabinet. "Dalam dua minggu ini harus dituntaskan," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ