Politik
Skandal Bank Century

Demokrat Tak Bisa Ambil Alih Lokomotif Angket

Demokrat harus mengikuti etika proporsionalitas dalam mendukung angket Century.

Selasa, 24 November 2009, 16:05 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila
Gayus Lumbuun (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Fraksi Partai Demokrat mendukung hak angket kasus Bank Century. Perubahan sikap itu dilakukan setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan indikasi penyelewenangan dalam kasus itu.

Gayus Lumbuun, inisiator hak angket Century, menyambut positif dukungan Fraksi Partai Demokrat. Tapi ia mengingatkan, para pendukung hak angket harus mengikuti etika proporsionalitas.

"Etikanya dari kami, pengusul, masa tiba-tiba gerbong sudah jalan, kemudian bergabung mengambil alih lokomotif kan nggak bisa begitu etikanya," kata Gayus di sela-sela menemui Forum Nasabah Century di Komisi III DPR, Selasa, 24 November 2009.

Jumlah pendukung angket kasus Bank Century terus bertambah. Bahkan sejumlah partai seperti PDIP dan Demokrat telah menginstruksikan anggota fraksinya untuk mendukungnya. Inisiator hak angket mayoritas adalah anggota fraksi PDIP, sedangkan Demokrat adalah fraksi terakhir yang mengirim dukungan.

Usul angket Century akan ditentukan nasibnya dalam Rapat Paripurna DPR tanggal 1 Desember mendatang. Usul angket ini dipicu persetujuan Menteri Keuangan dan Bank Indonesia mengucurkan dana talangan kepada bank yang bangkrut itu sebesar Rp 6,7 triliun. Angka itu tiga kali lipat dari yang disetujui parlemen. Selain itu, meski dana talangan membengkak, sejumlah nasabah bank tersebut tak bisa mencairkan dananya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rizky
24/11/2009
menurut saya penyelewenagan itu benar-benar terjadi,,,dan saya rasa boediono dan sri mulyani harus menjelaskan semua ini ke masyarakat..karena di sana banyak uang rakyat yang hilang begitu saja..di harapakn hak angket ini menjadi tonggak kemajuan negara a
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ