Politik
Angket Bank Century

Ical: Golkar Tak Dukung Upaya Lengserkan SBY

Golkar janji mengawal kasus Century sampai tuntas. Bagaimana dengan nasib Boediono?

Kamis, 3 Desember 2009, 06:42 WIB
Elin Yunita Kristanti, Maryadie
Aburizal Bakrie di pertemuan insinyur ASEAN  

VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie buka suara terkait hak angket kasus Bank Century. Dia menegaskan, partainya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Namun Golkar tidak akan membiarkan hak angket ini berujung pada impeachment terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sikap Golkar jelas. Kami ingin mengungkap kasus ini dengan tuntas. Yang pasti, Golkar akan menjaga di garda paling depan. Tapi jangan sampai angket ini diarahkan untuk impeachment," kata Aburizal usai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean atau Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam katagori penghargaan Distinguished Honorary Fellow di Suntec Convention Center Singapura, Rabu 2 Desember 2009 malam.

Ical, nama akrabnya, menyatakan, jika dalam perjalanan hak angket justru bermuara pada impechment, maka Partai Golkar akan berada di barisan terdepan menolak gerakan itu.

Aburizal mengharapkan, setelah kasus ini diungkap dalam pansus angket dan dibuka secara transparan, tidak ada lagi dugaan-dugaan negatif dan fitnah yang berkembang.

"Agar tidak ada praduga dan prasangka lagi kepada orang-orang yang dituduh selama ini," paparnya.

Partai Golkar, kata Ical, tidak akan terpecah suaranya terkait dalam kebijakan dalam hak angket kasus Bank Century. "Kami sangat solid," kata Ical.

Ical menolak upaya apapun yang arahnya melengserkan kekuasaan. Tak hanya pada SBY, tapi juga wakilnya, Boediono.

"Sama saja, kan satu  paket. Golkar tidak setuju kalau arahnya impeachment," tegasnya.

Sebab, kata Ical sebagai simbol negara,  presiden dan wakil presiden harus diselamatkan.  "Apapun, Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan," kata Ical.

Dia menyatakan, dengan adanya Pansus Bank Century siapa saja yang bersalah  dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh  yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.

Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segera selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.

"Mari kita kasih kesempatan pansus bekerja," pungkasnya. 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
johnson siregar
03/12/2009
kropos.. INDONESIA SDH SANGAT sebenarnya timbulnya MASALAH ini ulah dari pejabat2 yg bikin.. kita bukan sedang di uji.. kita yang merusak tatanan kehidupan kita (baca.. Negara R.I).. faktor ISME, faktor Golongan Faktor Arogonsi, membuat indonesia jadi k
Balas   • Laporkan
ndobos
03/12/2009
ini namamya ciamik/seorang negarawan,...berjiwa besar....jgn kayak itu..tu...main kompor aja emang rinai pakai api biru....kebakar nanti...
Balas   • Laporkan
sinyo
03/12/2009
bang ical kok ngambang sih statementnya ????
Balas   • Laporkan
wied
03/12/2009
saya sangat setuju dengan pendapat bang ical, saat ini negara kita sedang diuji, maka kenegarawanan seorang SBY & jajaran pemerintahannya juga sedang diuji ...
Balas   • Laporkan
wied
03/12/2009
saya sangat setuju dengan pendapat bang ical, saat ini negara kita sedang diuji, maka kenegarawanan seorang SBY & jajaran pemerintahannya juga sedang diuji ...
Balas   • Laporkan
dibyo
03/12/2009
Betul. Jiwa nasionalime thd Indonesia, harus tinggi dan tetap dipertahankan. Benar katakan benar, salah katakan salah. jangan ada fitnah dan berjiwa pengecut.
Balas   • Laporkan
raiza
03/12/2009
salut... sikap serang negarawan :)
Balas   • Laporkan
tono
03/12/2009
Bravo buat Bang Ical......... keputusan yg kamu ambil sangatlah tepat dan terpuji, mungkin Bang Ical sudah menyadari kalau masalah century di dompleng lawan-lawan politik SBY yg tak mau menerima kekalahan.......
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ