VIVAnews - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie buka suara terkait hak angket kasus Bank Century. Dia menegaskan, partainya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Namun Golkar tidak akan membiarkan hak angket ini berujung pada impeachment terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Sikap Golkar jelas. Kami ingin mengungkap kasus ini dengan tuntas. Yang pasti, Golkar akan menjaga di garda paling depan. Tapi jangan sampai angket ini diarahkan untuk impeachment," kata Aburizal usai menerima penghargaan dari Federasi Insinyur se-Asean atau Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO) dalam katagori penghargaan Distinguished Honorary Fellow di Suntec Convention Center Singapura, Rabu 2 Desember 2009 malam.
Ical, nama akrabnya, menyatakan, jika dalam perjalanan hak angket justru bermuara pada impechment, maka Partai Golkar akan berada di barisan terdepan menolak gerakan itu.
Aburizal mengharapkan, setelah kasus ini diungkap dalam pansus angket dan dibuka secara transparan, tidak ada lagi dugaan-dugaan negatif dan fitnah yang berkembang.
"Agar tidak ada praduga dan prasangka lagi kepada orang-orang yang dituduh selama ini," paparnya.
Partai Golkar, kata Ical, tidak akan terpecah suaranya terkait dalam kebijakan dalam hak angket kasus Bank Century. "Kami sangat solid," kata Ical.
Ical menolak upaya apapun yang arahnya melengserkan kekuasaan. Tak hanya pada SBY, tapi juga wakilnya, Boediono.
"Sama saja, kan satu paket. Golkar tidak setuju kalau arahnya impeachment," tegasnya.
Sebab, kata Ical sebagai simbol negara, presiden dan wakil presiden harus diselamatkan. "Apapun, Pak SBY dan Boediono keduanya itu simbol negara, harus kita selamatkan," kata Ical.
Dia menyatakan, dengan adanya Pansus Bank Century siapa saja yang bersalah dan harus dihukum sesuai aturan main yang ada. Sebaliknya, pansus harus membuka dan menyampaikan ke publik tokoh-tokoh yang selama ini dicurigai dan ternyata tidak terbukti.
Ical meminta publik bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada pansus untuk proses pengusutan kasus ini. Diharapkan, DPR juga bekerja cepat dan keras agar kasus ini segera selesai karena keputusan dan hasilnya ditunggu rakyat.
"Mari kita kasih kesempatan pansus bekerja," pungkasnya.