VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mengatakan keberhasilan Indonesia melewati masa krisis ekonomi harus dimanfaatkan sebagai momentum membangun kebersamaan. Membangun Indonesia, menurut Boediono, bukan hanya tugas lembaga eksekutif semata, tapi juga seluruh masyarakat.
"Gunakan momentum ini untuk membangun kebersamaan. Jangan membuang energi, sayang kalau digunakan bukan untuk kepentingan jangka panjang negara kita," kata Boediono saat memberikan keynote speech dalam forum "Meneropong Ekonomi Indonesia Ke Depan: Peluang dan Tantangan" di Bank Indonesia, 9 Desember 2009.
Dalam mengambil kebijakan, Boediono berharap Indonesia dapat melakukan pertimbangan jangka panjang. "Kadangkala kita terlena dengan (pertimbangan) short term (jangka pendek). Tapi long term (jangka panjang) jangan dilupakan," ucapnya. "Jangan hanya untuk 5 tahun. Tapi juga untuk 25, 50, bahkan 100 tahun ke depan," tambah Boediono.
Boediono juga mengingatkan elit politik untuk memiliki visi jangka panjang dan kesepakatan untuk membangun Indonesia. "Elit harus punya visi ini. Energi kita luar biasa asal diarahkan ke arah yang benar. Karena rakyat melihat elit sebagai pedoman," ujar Boediono.
Masa depan Indonesia, kata Boediono, sangat tergantung masyarakatnya. "Tergantung kita untuk aktif dalam mengelola dan menyelamatkan kapal bangsa ini," ucap ekonom asal Universitas Gajah Mada ini.
Boediono melanjutkan, selama 10 tahun sejak reformasi, Indonesia telah mengalami perkembangan politik yang luar biasa. "Sekarang berjalan dengan baik, meski banyak gaduh di sana-sini," kata dia. Namun Boediono menganggap Indonesia berada di jalur yang benar menuju negara yang demokratis.