"Telaah Intelijen SBY Terlalu Tajam"
Intelijen biasa melakukan telaah atau prakiraan keadaan.
Kamis, 10 Desember 2009, 08:57 WIB
Arfi Bambani Amri
Ribuan demonstran Hari Antikorupsi di Jalan Tol Reformasi Makassar (Antara/ Yusran Uccang)
VIVAnews - RJ Soehandoyo, mantan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung dan sekarang aktif di Partai Hati Nurani Rakyat, menilai telaah intelijen yang memasok data kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlalu tajam. Telaah itu yang kemudian membuat SBY berlebihan dalam menanggapi aksi 9 Desember 2009.
"Intelijen itu biasa melakukan prakiraan keadaan dan kali ini, prakiraan itu terlalu tajam," ujar Soehandoyo saat diwawancara VIVAnews, Kamis 10 Desember 2009.
Terlalu tajam dimaksud Soehandoyo adalah, sisi buruk dalam prakiraan terlalu menonjol menutupi sisi positif dari kegiatan memperingati hari Antikorupsi Sedunia itu. Intelijen, kata Soehandoyo, tidak peka dengan peran serta masyarakat yang sebenarnya memiliki alas undang-undang.
"Akibat kekurangpekaan dan ketidakpahaman undang-undang itu, membuat analisis yang dihasilkan terlalu tajam," ujar orang dekat Wiranto itu. Terbukti, demonstrasi kemarin berlangsung baik, kecuali sedikit peristiwa kecil di Makassar.
Ke depan, Soehandoyo berharap Presiden bisa lebih berperan sebagai Bapak Bangsa. Situasi yang berkembang jangan ditanggapi berlebihan. "Pemerintah seharusnya memberikan pencerahan," ujarnya.
Ian
14/01/2010
Betapapun intelejen harus membela satu pihak secara mati-matian, analisis data harus dilakukan secara objective dan tidak boleh tendensius. Betul khan?
moeljadi hadiwijoto
10/12/2009
Alhamdulillah, pendukung fanatik Sby tidak terprovokasi. Terimakasih Tuhan.
moeljadi hadiwijoto
10/12/2009
Alhamdulillah, pendukung Sby tidak terprovokasi. Terimakasih Tuhan.
Kuwatno
10/12/2009
Kasihan juga, harusnya Presiden itu jd guru Bangsa, mengayomi dan meneduhkan hati rakyat, bukan nakutin rakyat. justru hal yangl belum tentu benar sudah dibesar-besarkan; malu dech gue...
ari
10/12/2009
biar exis lebay plissss
Amin
10/12/2009
Itu bukti keberhasilan Intelijen kita, Karena dengan informasi tersebut Orang2x yang akan melakukan kerusuhan jadi berpikir ulang. Lebih baik mencegah sebelum terjadi.
siswan
10/12/2009
yang benar kelirunya terlalu tajam karena adanya ketakutan yang berlebihan (paranoid)....dasar
jhon
10/12/2009
Namanya manusia kan bisa aja salah....
Dodo
10/12/2009
Makanya pak,pilih intelijen itu dari kalangan militer.jangan pilih intelijen dari kepolisian.Akibatnya salah informasi khan pak.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar