VIVAnews - Rapat pimpinan pansus angket Century hari ini membahas sejumlah hal, termasuk soal anggaran. Wakil Ketua Pansus, Yahya Secawirya, menyatakan bahwa biaya yang diperlukan oleh pansus kemungkinan mencapai Rp. 5 miliar.
"Mungkin 5 miliar, dengan catatan, sisa dana tersebut akan dikembalikan ke Setjen DPR apabila proses angket berjalan cepat, misal dua bulan selesai," kata Yahya. Anggaran Rp. 5 miliar tersebut akan dialokasikan untuk rapat, insentif rapat, staf ahli pendukung, saksi ahli, dan peninjauan lapangan guna menyelidiki sejauh mana besarnya aset-aset Century.
Wakil Ketua Pansus lainnya, Mahfudz Siddiq, menjelaskan bahwa anggaran Rp 5 miliar merupakan standar minimal pansus. "Dari pengalaman pansus-pansus yang lalu, itu termasuk minim," kata Mahfudz. Dana sebesar itu dianggarkan untuk empat bulan masa kerja, sebagai antisipasi perpanjangan waktu kerja apabila pansus belum dapat menyelesaikan tugasnya selama dua bulan pertama.
"Jika dana tersebut berlebih dan bersisa, maka otomatis akan dikembalikan," ujar Mahfudz. Ia menambahkan, pansus langsung mematok anggaran untuk empat bulan masa kerja dengan resiko kelebihan dana, karena lebih mudah untuk mengembalikan kelebihan anggaran ketimbang mengajukan tambahan anggaran bila ternyata pansus kekurangan dana di tengah proses angket.
"Pansus angket DPT dan BBM dulu bahkan menghabiskan dana di atas 5 miliar," kata Mahfudz. Bagaimanapun, sebelum disepakati, rancangan anggaran sebesar Rp. 5 miliar ini masih harus dibahas bersama oleh seluruh anggota pansus yang berjumlah 30 orang pada Rapat Pleno Pansus hari Senin, 4 Desember, mendatang.
"Soal anggaran merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pimpinan," kata Yahya. Dari total dana Rp. 5 miliar yang dianggarkan, gaji untuk satu orang staf ahli berkisar Rp. 7,5 juta per bulan. Staf ahli yang akan tergabung dalam tim ahli ini, akan diambil dari kalangan independen di luar DPR. Staf ahli yang dibutuhkan berjumlah sepuluh orang.
heheheee...........kan untuk jadi anggota dewan yang "katanya" terhormat, kudu ngeluarin dana yang tidak sedikit, jadi ya maklum aja kalo dalam melaksanakan tugas sebagai anggota dewan yg menjadi prioritas utama adalah "dananya besar atau kecil", kalo ang
Anggota DPR masih jadul2 juga, malahan semakin tidak punya malu, munafik abis, tidak salah kalau disebut tidak beriman, agama cuma kedok. Kalau pileg, cuekin aja, bikin sakit hati !
Wah, bukannya sudah ada gajih bulanan masih minta uang lagi. Ini legal ya. Kok ternyata masih punya niat lain. Biarkan KPK saja yg usut tidak perlu pansus pansus an menyakiti rakyat saja!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ah ternyata lebih parah..... sudah dapat gaji, tunjangan rapat eh belum2 sudah minta duit 5M hanya untuk 2 bln dan untuk segelintir anggota pansus...dan hasilnya belum tentu bisa ngembaliin duit yang 6.7 T, koq mendingan nggak jadi saja..... lebih baik un
Ha..Ha.., dagelan apalagi ini. Mengharapkan hujan di langit, air di tong dibuang. Mengharapkan 6,7 T kembali, 5 M pasti hilang.. Kasihan rakyat..Selalu dibohongi oleh teledrama politik elit.
anggota DPR itu di gaji oleh negara dgn uang rakyat,..jd mau gak mau hrs siap menjalankan amanah rakyat dan menjadi wakil nya rakyat apa pun itu. kalau merasa keberatan mundur aja jd wakil rakyat...jgn sdkit-sdkit uang intensif ini lah,itu lah...jadi gaji
seharusnya honor atau gaji untuk anggota pansus selama bejerja ga perlu ada, toh gaji dan tunjangan bulanan sudah ada......5 milyar emang ga besar amat kalau dibanding dengan 6.7 T. Masa minta honor lagi, dasar........................
Subhanallah, saya sebagai rakyat kecil merinding mendengar anggaran 5 M tuk pansus Bank Century. Bolehkah saya mencicipi jadi Pansus Angket satu periode saja, niscaya saya akan memanggil para saksi yang merasakan ketidak adilan atas pembangunan di republi