VIVAnews - Kerusuhan terjadi saat mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono memberi kesaksian di hadapan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century di Gedung DPR. Seorang aktivis dari Kapak meneriakkan Boediono, "Maling."
Pantauan VIVAnews di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 12 Januari 2010, Boediono sedang memberikan keterangan tentang status uang Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.
"Saya tidak tahu uang LPS itu uang negara atau bukan," kata Boediono. Tiba-tiba dari atas balkon, pria botak dan berperawakan agak gemuk itu tiba-tiba berteriak, "Boediono maling, Boediono maling."
Dia berteriak berkali-kali. Akhirnya, aksi nekat pria yang berasal dari Komite Aksi Pemuda Anti-Korupsi atau Kapak itu langsung dikepung petugas.
Terlihat tidak hanya Pasukan Pengamanan Dalam atau Pamdal DPR yang mengamankan aktivis Kapak itu. Ada pula, Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres dan Polisi yang turut mengamankan.
Dari atas Balkon, pria itu langsung ditarik dan dibawa turun dari balkon. Tetapi dia terus berteriak-teriak. Dia pun langsung dibawa ke Pos Pamdal.
Entah terjadi kekerasan atau tidak. Yang pasti tindakan itu sempat menyita perhatian Pansus dan Boediono. "Tolong-tolong jangan ada kekerasan," kata Ketua Pansus Century Idrus Marham.
BEGITULAH hasil pendidikan kita, melulu didik ilmu tanpa didikan ahlaq budi pekerti, belum lulus saja tawuran teruus, dari dalam kampus sampai ketengahjalan, mengganggu orang lain, makanya ga heran sudah lulusnya ya seperti itu, yang punya kedudukan dan j
biarkan orang mau bilang apa,karena jaman sekarang bisanya cuma protes!apa yang di lakukan pemerintah sudah benar dan bagi masyarakat jangan cuma protes dan demo saja yang dilakukan.
Serapi apa pun mereka mengatur dan menyimpannya, tetap saja tidak ada orang yang berhasil menyimpan durian tanpa ketahuan...
Kita tinggal menunggu waktunya kapan kebenaran akan terungkap. Adil atau tidak, yang pasti akan tetap terungkap..!! Yang jelas, ra
Apakah masuk akal, raipnya uang negara di bank century yang begitu besar tidak ada yang menyetujui dan mengetahui dari awal ? biaya itu kalau sudah dapat bagian dan kasus terungkap bakal tidak ada yang bertanggung jawab, Nah sampai kapan NKRI ini seperti
yg meneraiki maling wapres adalah orang gila dan tdk tamat sekolah. apa yang dirugikan pak boediono terhadap manusia tsb kalau mau jadi pahlawan perbaiki dulu etika moralnya.mhn kepada aparat kepolisian untuk menindak manusia yang tdk bermoral itu di tind
Sebagai rakyat biasa, aku berpikir: jika saja uang 6 triliun di gunakan utk membangun rumah sederhana (@ 150 juta), berarti uang tsb. bisa membangun 40 ribu rumah sederhana. Jika 1 rumah bisa memperkerjakan 50 org (Tukang batu, tukang kayu, tukang bikin u
khawatir putra2 terbaik bangsa ini bakalan gk betah tinggal di Indonesia kita tercinta ini, gimana enggak??!!baru mw mengabdi sudah grasah-grusuh mencari2 kekurangan orang lain bagaimana bangsa ini mw maju..justru yng teriak maling biasanya dy malingx...!