Politik
Tifatul Bantah PKS Dukung Pemakzulan

"Tifatul Bukan DPP PKS, Ia Pembantu Presiden"

Anis Matta menyatakan, Tifatul Sembiring bukan menyuarakan DPP PKS.

Kamis, 28 Januari 2010, 15:09 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Tifatul Sembiring dan Anis Matta (Antara/ Gani)

VIVAnews - Kemarin, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta berbicara mengenai peluang pemakzulan Presiden dan Wakil Presiden akibat kasus Bank Century. Pagi ini, mantan Presiden PKS yang menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengirim rilis mengomentari itu.

Tifatul Sembiring mengatakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak pernah berpikir untuk memakzulkan presiden SBY. "Saya sudah berbicara dengan ketua Majelis Syuro PKS, bahwa tidak ada itu wacana pemakzulan SBY sebab hal ini akan mengacaukan situasi nasional yang sudah membaik," kata Tifatul, yang juga mantan Presiden PKS ini, dalam rilis yang diterima VIVAnews, Kamis 28 Januari 2010.

Lalu apa tanggapan Anis Matta terhadap pernyataan Tifatul yang secara tidak langsung ditujukan padanya itu? "Beliau over (berlebihan) dalam menanggapi itu karena yang kita bicarakan itu adalah fakta undang-undangnya dan itu normatif dalam undang-undang pemakzulan itu dimungkinkan," ujar Anis di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 28 Januari 2010. "Apakah akan mendorong kepada pemakzulan itu tergantung pada faktanya itu."

PKS, kata Anis, tidak mengarahkan pemakzulan Presiden atau Wakil Presiden. Semua tergantung fakta yang berkembang, sementara secara undang-undang juga dimungkinkan. "Artinya di faktanya seperti apa mengalir di pansus, PKS mengalir bersama itu. PKS tidak dalam posisi mencegah pemakzulan kalau faktanya ada jelas nggak," ujar Anis.

Jadi sikap PKS terpecah? "Tidak ada. Sikap PKS tidak ada yang pecah dan sikap PKS itu yang resmi itu akan dibacakan di Pansus," ujarnya.

Semua kegiatan kader-kader PKS di Pansus, ujar Anis, sudah dikoordinasikan dengan fraksi dan Dewan Pimpinan Pusat. Pansus dan fraksi secara rutin berkoordinasi.

Anis pun tak tahu maksud pernyataan Tifatul itu. "Tapi yang jelas beliau bukan pengurus lagi di DPP," ujar Anis. "Yang kita bicarakan adalah suara resmi partai kalau menteri kan dia pembantu presiden."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bair
27/01/2011
kalo presiden n wapres ngaco ganti aje, gitu aja kok repot...
Balas   • Laporkan
tief
31/01/2010
kasian pks...mengapa partai dakwah jadi ga punya keberanian begini... apa tuh timbangan "keadilan" sekarang nee...?? jabatan ato kekuasaan...??? makanye koalisinya harus sama Allah dan orang beriman donk ah...!!!
Balas   • Laporkan
puji
30/01/2010
Pemakzulan presiden itu masih dibenarkan selama sesuai dengan kebenaran fakta
Balas   • Laporkan
cuy
30/01/2010
emang PKS partai bagus?..awalnya kalo udah masuk koalisi ya sama aja melempem..kaya kerupuk...liat mana tajinya di DPR tentang kasus century......pada ompong semua tuh....
Balas   • Laporkan
hatta ?
30/01/2010
Pede jg org yg bilang kalo merangkap jabatan ketua partai dan menteri itu adalah contoh yg baek. Baek dari Hongkong kale ? Org akan bingung yg omong ini menko kesra ato ketua PAN. Beda dgn Tifatul, dia mo ngomong kaya apa, org akan tau bahwa itu kapasitas
Balas   • Laporkan
asier laode
30/01/2010
Maju trus ... PKS partai yg menjunjung akhlaqul karimah...dalam rangka menjernihkan masalah di negeri ini tujukkan bahwa PKS oke...JANGAN MUNAFIK, ngomong kiri, gaweannya kanan... yakh gak bsa kan????
Balas   • Laporkan
pedro
30/01/2010
alah..dah kaya dpt jabatan ...lupa2 inget,tuli, krn dah kenyang perutnya...jual2 agama lagi...g isa bilang salah yah salah...! partai apa itu !kecewa kami....
Balas   • Laporkan
amin r
30/01/2010
hatta r nggak punya kepribadian ko dicontoin...... PAN (pasti ancur neeh).... kayaknya simpatisan muali muak...
Balas   • Laporkan
Aria jipang
30/01/2010
Memangnya kalian yakin orang orang PKS bersih?.....PKS itu bukan partai ISLAM atau yang berazaskan ISLAM.PKS tetap partai sekuler yang mengutamakan keDUNIAWIan.....Peace man!!!!
Balas   • Laporkan
Damhadi Lubis
30/01/2010
betul...betul...betulll.... ada saatnya kita oposisi dan ada juga saatnya kita koalisi...jika yg benar adalah pemerintahan maka kita koalisi, tetapi apabila pemerintahan yg salah maka kita wajib oposisi...karena kebenaran tdk ada harga tawar dlm partai da
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ