Politik
Skandal Bank Century

Golkar Siap Jerat Sri Mulyani dan Boediono

Golkar meyakini, Menkeu membiarkan dana bail-out Century membengkak hingga Rp 6,7 triliun.

Kamis, 28 Januari 2010, 20:26 WIB
Arry Anggadha, Anggi Kusumadewi
Menkeu Sri Mulyani dan Boediono (antara)

VIVAnews - Fraksi Golkar menyatakan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas kasus Century. Golkar menegaskan bahwa KSSK tidak dapat lepas tanggung jawab atas proses pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan bail-out kepada Bank Century.

"Siapa yang harus bertanggung jawab? Secara normatif tentu KSSK," ujar Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi III yang juga anggota pansus hak angket Century dari Fraksi Golkar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 28 Januari 2010.

Azis menjelaskan, KSSK adalah pelaksana pembayaran nasabah Bank Century. KSSK melaksanakan fungsinya itu di bawah supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jadi, Azis menegaskan, baik KSSK maupun LPS harus bertanggung jawab.

"Secara keseluruhan, unsur pemerintah yang harus bertanggung jawab adalah KSSK, LPS, Bapepam, dan struktur BI -- dari Direktur Pengawasan sampai Dewan Gubernur Senior," tandas Azis. "Golkar tidak setuju Menkeu selaku Ketua KSSK lepas tanggung jawab, karena dia adalah penentu final decision," kata Azis lagi. Golkar meyakini, Menkeu melakukan pembiaran dengan membiarkan dana bail-out Century membengkak hingga Rp. 6,7 triliun.

Golkar pun telah menelaah sejumlah UU dan menyiapkan pasal untuk menjerat Menkeu. "UU Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 atau 3 junto Pasal 55 KUHP bisa digunakan dalam konteks ini," ujar Azis. Terlebih, menurutnya, Sri Mulyani melakukan kesalahan fatal yang mengandung unsur tindak pidana korupsi. "Bail-out menggunakan keuangan negara, dan itu fatal," tandas Azis.

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai apakah dana yang digunakan LPS berasal dari keuangan negara atau bukan, Golkar berkeyakinan bahwa LPS tetap menggunakan dana negara. "Sekalipun uang tersebut dipisahkan dari kekayaan negara, namun itu tetap keuangan negara," kata Azis. Bahkan, lanjutnya, Menkeu sendiri pernah menyatakan bahwa dana APBN telah digunakan.

Dengan demikian, terkait kesimpulan final pansus, Golkar akan mengusulkan rekomendasi untuk menggunakan hak menyatakan pendapat DPR -- hak tertinggi yang dimiliki oleh DPR, di atas hak interpelasi (hak mengajukan pertanyaan), dan hak angket (hak untuk melakukan investigasi). Dalam hak menyatakan pendapat itu nantinya, Golkar akan merekomendasikan sejumlah langkah hukum bagi Sri Mulyani dan Boediono yang merupakan mantan ketua dan anggota KSSK.

"Proses penegakan hukum terhadap Sri Mulyani bisa disalurkan ke KPK, sementara untuk Boediono bisa diajukan uji materi ke MK terkait posisinya kini sebagai wapres," ungkap Azis. Anggota pansus dari Golkar lainnya, Bambang Soesatyo, menjamin bahwa Golkar tidak akan masuk angin menjelang penentuan kesimpulan akhir pansus.

"Jika ada koalisi pemerintah, tentu ada saatnya juga untuk koalisi kebenaran," tandas Bambang. Untuk itu, Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, mengakui Golkar terus menjalin komunikasi dengan fraksi-fraksi lain menjelang kesimpulan final pansus pada bulan Maret.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Binsar
31/03/2010
Begitulah, persis suporter bola. jagoannya kalah ngamuk.......me-ma-lu-ka-n
Balas   • Laporkan
Muhammad Baqiranwar
13/02/2010
Sudahlah kita ttk perlu memberikan pembelaan kepada Sri Mulyani dan Budiono.. Mendingan kita tunggu hasil akhir dari pansus.. Kalau mereka terbukti bersalah, maka malulah kita membela yg salah...
Balas   • Laporkan
dwi1981x
01/02/2010
bu ak mendukungmu, karena yang benar selamanya aka tetap benar. buktikan pada dunia siapa yang salah. semg Tuhan selalu memberikan kekuatan n jalan yang terbaik buat ibu. amin .
Balas   • Laporkan
anggar
31/01/2010
coba kita hening sejenak truz berfikir : APA YG AKAN TERJADI JIKA CENTURY TIDAK DISELAMATKAN.ada apa ya ????
Balas   • Laporkan
dhanny
31/01/2010
Yakinlah Pak Bud dan Bu Sri, kebenaran pasti akan datang. Rakyat sekarang dah melek hukum. Allah akan senantiasa akan melindungi hamba-hambanya yang teraniaya. Semangat Pa, Bu. Kebenaran pasti akan muncul di negeri ini
Balas   • Laporkan
dhanny
31/01/2010
Yakinlah Pak Bud dan Bu Sri, kebenaran pasti akan datang. Rakyat sekarang dah melek hukum. Allah akan senantiasa akan melindungi hamba-hambanya yang teraniaya. Semangat Pa, Bu. Kebenaran pasti akan muncul di negeri ini
Balas   • Laporkan
agus prian
31/01/2010
kalu menurut saya sama saja.!! pemerintahan sekarang dengan yang dulu sama busuknya.!! semuanya cuman janji. buktinya sampe sekang rakyat juga yang slalu menjandi korban.. aku pribadi bukan pendukung partai. tp kalau menurut kata hati saya Srimulyani dan
Balas   • Laporkan
iphan
31/01/2010
ga banget tuh golkar. sejak dulu memang begitu. apalagi bambang soesatyo, suka cuap2 macam artis... wah,.. hati2 klo ngomong mas. hak imunitas hukum anda bisa hilang klo terus cuap2 ga jelas,.... maju terus bu sri,..
Balas   • Laporkan
Yanto
31/01/2010
ini bukan masalah orba pa bukan masalah keadilan yg perlu ditegakkan, siapa yg berani memutuskan harus berani bertanggung jawab secara satria. kalau bisa jangan sampai bentuk pansus segala. orang kuk takut kehilangan jabatan. ingat mati dunk
Balas   • Laporkan
agus
31/01/2010
Sdh lama kelihatan tujuannya memang ibu, karene ibu sangat galak dalam mengejar pajak, dan menghantam orang2 yg ingkar bayar pajak.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ