Politik

Maruarar Datang, Rapat Century Jadi Terbuka

Tak lama setelah Maruarar masuk, tiba-tiba ada seorang staf yang keluar dari dalam ruangan

Jum'at, 29 Januari 2010, 16:09 WIB
Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
Maruarar Sirait (MPMC/ Bachren)

VIVAnews - Awalnya, DPR menggelar pertemuan tertutup dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bank Indonesia, dan Mahkamah Agung. Sekitar 15 menit kemudian, tiba-tiba rapat menjadi terbuka.

Pantauan VIVAnews rapat yang juga dihadiri Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century itu berlangsung sekitar pukul 14.00, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 29 Januari 2010.

Mereka yang hadir yakni, Kepala PPATK Yunus Husein, Ketua BPK Hadi Poernomo, anggota BPK Raufiqurrahman Ruki, Hasan Bisri, dan Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

Sedangkan dari Pansus Century yang hadir antara lain Ketua Idrus Marham, anggota Fahri Hamzah, dan Akbar Faisal. Pimpinan DPR yang terlihat yakni Wakil Ketua DPR Pramono Anung dan Priyo Budi Santoso.

Pertemuan pun berlangsung tertutup. Tak lama kemudian, sekitar 15 menit sudah berlalu tiba-tiba anggota Pansus Maruarar Sirait datang terlambat.

Maruarar bertanya-tanya kenapa wartawan berkumpul menumpuk di luar ruangan. Ternyata, politisi yang juga salah satu inisiator Hak Angket Century ini tidak tahu bahwa rapat ini tertutup. "Wah kok tertutup?" kata Maruarar.

Tak lama setelah Maruarar masuk, tiba-tiba ada seorang staf yang keluar dari dalam ruangan. "Rapat ini menjadi terbuka".


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
panggabaean
01/02/2010
buat pak SBY dan pak Budiyono, tak usah gentar, kami rakyat mendukung anda dan siap mati membela anda. Lawan politik selalu tidak puas atas kemenangan SBY yg dipilih mayoritas rakyat Indonesia.
Balas   • Laporkan
HASAN SUPRIYADI
01/02/2010
Bang Rudi, jangan seperti itu lah,kenapa mengatakan kemaren atau apa lah,kita punya hak yang sama untuk menyuarakan pendapat kita.Termasuk pendapat Bang Rudi juga benar,namun jangan menuduhnya seperti itu,kalau memang tidak berbuat kenapa takut.Terima kas
Balas   • Laporkan
boy
01/02/2010
ahhhhh... ni orang tuh cuma niat masuk tv,, di depan reporter banyak ngomong.. pas rapat investigasi cuma jd penonton.. ngartiin beda penyidikan dan penyeledikan aja gak bisa
Balas   • Laporkan
maruarar
01/02/2010
@rudi> kamu itu siapa pak paling2 orang pengangguran yang sok tau ngurusi politik udahlah biasanya kalau komentar gitu anggotanya demokrat atau malah salah satu malingnya century
Balas   • Laporkan
Zelda
01/02/2010
Sebel banget liat anggota DPR yang namanya Maruarar ini, sok banget kayak selebritis, sok pintar lagi, terus kalau bertanya kepada saksi, kayaknya menghina gitu . . .
Balas   • Laporkan
edwasrd
01/02/2010
bung ara pribadi sy,salut dgn anda.ungkap terus.untuk generasi yg akan datang.resiko pemilu ukang.tlng sekjen pdip jangan ada perselingkuhan politik.MERDEKA !!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
rangga
01/02/2010
Bung ara , jangan sok sip lah. kemarin2 kemana kok baru2 ini aja koar-koar..... emang ngak berani ya ...... ato cari sensasi aja
Balas   • Laporkan
ahmad mujahid
31/01/2010
baiknya emang gitu. zaman sudah menghendaki serba transparan
Balas   • Laporkan
zul
31/01/2010
ah yg begini diramein, coba donk yg diramein mobil mewahnya pejabat, jalan jalannya dpr, gaji dan fasilitas dpr,ngomong ngomong pansus dapat uang sidang ngak yah...? gede juga tuh,apalagi kalau prosesnya lama....ashick juga tuh..., coba kalau dikumpullin
Balas   • Laporkan
rama
31/01/2010
anak unpar ya mas bayu ?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ