Politik
Rekaman Rapat FPJP

Fadjrijah Hampir Nangis, Miranda Marah

Panitia Khusus Hak Angket Bank Century membeberkan rekaman hasil rapat FPJP di BI.

Kamis, 4 Februari 2010, 13:01 WIB
Heri Susanto, Anggi Kusumadewi
Miranda S Goeltom (VIVAnews/Tri Saputro)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Panitia Khusus Hak Angket Bank Century membeberkan rekaman hasil rapat pembahasan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek pada 13 November 2008 di Bank Indonesia.

Dari hasil rapat itu terungkap perdebatan serius antara Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan Siti Chalimah Fadjrijah dengan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom. Bahkan, Fajrijah terdengar sewot dan menahan tangis.

Terungkap dalam rekaman itu bahwa Fadjrijah seperti menghendaki agar jika ada bank gagal dibiarkan saja. Namun, Miranda menekankan pentingnya penyelamatan industri perbankan.

Berikut ini petikan sebagian hasil rekaman yang diperdengarkan secara terbuka oleh Pansus Century di DPR

.....

Fadjrijah:
Kalau terlalu cerewet dibilang pilih kasih, saya tahu itu. Tetapi, kalau ke depan lebih jelek, mending .... Saya ini gondok (menahan tangis). Kalau ada bank gagal biarkan saja. Itu konsekuensi yang harus kita tanggung.

Miranda:
Ini karena kalian kira ini untuk satu bank. Ini bukan satu bank. Ini untuk industri (nadanya agak jengkel).

Halim Alamsyah:
Informasi dari pelaksana teknis berpandangan permasalahan bukan pada peraturannya, melainkan pada kondisi perbankan yang agak meragukan, sehingga cukup sulit untuk menuangkannya ke dalam peraturan.

Budi Rochadi:
Perubahan rasio CAR tidak untuk individu bank tertentu, tapi untuk seluruh perbankan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
djanstankovic
04/02/2010
mending ngundang uya - kuya biar di hipnotis agar tahu siapa yang jujur siapa yang gak..???
Balas   • Laporkan
Yanto
04/02/2010
DPR memang lebay, nanti ada orang nangis dirapat kayak Fadrijah nanti di politisasi......orang nangis belum tentu benar.................
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ