VIVAnews - Sosiolog Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola menilai posisi Boediono sebagai wakil presiden mulai goyah. Thamrin memperkirakan Boediono dapat diganti oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.
Thamrin memperhatikan ada dua kelompok dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu kelompok Hatta dan kelompok Boediono. "Yang bekerja secara efektif di lapangan adalah Hatta. Jadi, hati-hati, Hatta juga mungkin akan menggantikan Boediono sebagai wakil presiden," ujar Thamrin kepada wartawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jumat, 5 Februari 2010.
Sebenarnya, lanjut Thamrin, ada dua calon kuat pengganti Boediono, yakni Aburizal Bakrie dan Hatta. Namun Thamrin menilai bahwa Aburizal tidak menargetkan posisi wakil presiden, melainkan menteri keuangan. "Memang tidak harus dia yang jadi Menkeu, tapi orang lain yang dekat dengan dia," kata Thamrin.
Thamrin menegaskan bahwa Hatta menyasar kursi wakil presiden. Lagi pula, menurut Thamrin, kemungkinan besar Boediono akan tersandung kasus pengucuran dana talangan untuk Bank Century.
"Saya kira Boediono akan kena, karena dia terbukti mengubah aturan Bank Indonesoa. Boediono mungkin tidak akan kena melalui penyelidikan panitia khusus, tapi melalui penyelidikan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," tutur Thamrin.
Namun Thamrin berharap dugaannya tidak terbukti. Alasannya, jika Hatta menjadi wakil presiden, ia akan menyapu bersih seluruh undang-undang yang menghalangi investasi. Hatta, lanjut Thamrin, akan menggusur hutan lindung dan tanah ulayat demi penambangan.
"Itu bencana. Antara Boediono dan Hatta, potensi bencana lebih besar di tangan Hatta. Bila ia sampai dominan, maka habislah sudah," kata Thamrin.