Akbar kemudian menanyakan perbedaaan angka yang cukup jauh. "Dua triliun."
Ita Lismawati F. Malau, Suryanta Bakti Susila
|
|
Akbar Faisal (Hanura), Syafii Ma'arif & Dradjat Wibowo (Antara/ Fanny Octavianus) |
|
VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkirakan biaya penutupan Bank Century pun tetap tinggi. Namun, angka dari BPK lebih rendah dibanding estimasi Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Dana yang harus ditanggung LPS (Lembaga Penjamin Sementara) sekitar Rp 4,6 triliun untuk menutup Century," kata salah satu anggota BPK Taufiequrrahman Ruki dalam rapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century, Selasa 9 Desember 2010.
Lalu, salah satu anggota Pansus dari Fraksi Hanura, Akbar Faisal, membandingkan data Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memperkirakan dana menutup Century hampir sama dengan dana talangan (bail out), Rp 6,2 triliun.
Akbar kemudian menanyakan perbedaaan angka yang cukup jauh. "Dua triliun," kata Akbar. Akbar mengakui kredibilitas BPK dalam mengaudit. "Apakah Sri Mulyani melakukan kebohongan publik?"
Ruki tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia mengatakan pertanyaan Pansus akan dijadikan masukan BPK. "Kami akan jelaskan lebih terbuka setelah Kamis. Saat ini, kami masih terbentur undang-undang kerahasiaan," kata dia.
Kamis yang dimaksud Ruki adalah hari dimana Pansus akan mencatat kertas kerja BPK terkait kasus Century.
• VIVAnews