Politik

PKS: Kami Hanya Mendengar Presiden SBY

"Yang kami anggap statement official ialah yang berasal dari Pak SBY."

Senin, 1 Maret 2010, 10:47 WIB
Umi Kalsum, Anggi Kusumadewi
Sekjen PKS Anis Matta. (VIVAnews/Tri Saputro)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera tidak bersedia mendengarkan pernyataan dari orang-orang di sekitar Presiden SBY atau pun petinggi Partai Demokrat terkait nasib parpol koalisi. Pernyataan mereka sepenting apa pun tidak akan dianggap.

"Yang kami anggap statement official ialah yang berasal dari Pak SBY, sedangkan statement lain di luar itu kami anggap tidak official," kata Sekjen PKS Anis Matta di Gedung DPR, Jakarta, Senin 1 Maret 2010.

"Intinya, semua sikap politik terkait koalisi, kami hanya mendengar apa yang diputuskan oleh Pak SBY," tegas Wakil Ketua DPR itu.

Sikap parpol koalisi terlihat terpecah dalam pansus Bank Century. Dalam pandangan akhir Pansus Century, PKS dan Partau Golkar terang-terangan menyebutkan sejumlah nama yang dinilai bertanggung jawab dalam proses penyelamatan Bank Century yang menelan dana hingga Rp 6,7 triliun. Keempat partai menuding Menkeu Sri Mulyani (eks Ketua KSSK) dan Boediono (eks anggota KSSK) yang kini menjabat sebagai wapres untuk bertanggung jawab dan dibawa ke muka hukum.

Sikap kedua parpol ini membuat Partai Demokrat kebakaran jenggot. Menjelang Paripurna Pansus Century yang akan digelar besok, Demokrat rajin melakukan gerilya untuk melunakkan sikap kedua partai ini. Tidak hanya melobi diam-diam, 'ancaman' juga dilancarkan para petinggi Demokrat dan orang-orang di dekat Presiden SBY.

Salah satu pengurus Demokrat, Haryono Isman, beberapa waktu lalu sempat melontarkan pernyataan agar partai koalisi yang berseberangan sebaiknya menarik menteri mereka dari kabinet secara ksatria.

Tidak hanya soal kursi menteri, 'ancaman' juga dilontarkan dengan menguak keterkaitan salah satu inisiator Pansus yang juga politisi PKS, Misbakhun. Misbakhun dipersoalkan staf ahli SBY, Andi Arief, karena memiliki L/C macet di Century.

Soal kasus Misbakhun ini, Anis Matta menegaskan, Misbakhun sendiri sudaj menuntut balik Andi Arief. "Misbakhun memang pernah alami gagal bayar, tapi dia clear," kata Anis.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
satria
01/03/2010
Seharusnya dulu partai pengusung SBY tuh bukan Demokrat, tp PKS...Soalnya org2 demokrat kelihatan sekali amatirannya...Hmmm, kasian SBY...
Balas   • Laporkan
novan s
01/03/2010
jika Demokrat ga punya SBY..apa dulu masih bisa menang yang akhirnya sekarang rada2 arogan..SBY masih terlihat santun namun ga tercermin di sebagian Elite Demokratnya..go forward PKS-SBY
Balas   • Laporkan
Roni
01/03/2010
Ya, Setuju....! PKS benar, PKS kan Koalisi dengan SBY bukan dengan Partai Demokrat, Para elite yang merasa dekat dengan SBY jangan main ancam sembarangan, yang menenetukan mentri hanya Pak SBY
Balas   • Laporkan
Marsilam Raja
01/03/2010
PKS benar ........ kepada para Kroni2 atau yang merasa dekat dengan SBY janganlah anda merusak Citra SBY dengan aksi2 kalian
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ