Politik

Peta Fraksi dan Jasa Gerindra untuk Demokrat

Ada pula prediksi bahwa Gerindra memegang peranan penting.

Selasa, 2 Maret 2010, 07:07 WIB
Ismoko Widjaya, Anggi Kusumadewi, Ita Lismawati F. Malau
Ahmad Muzani (Gerindra) dan Marzuki Alie (Demokrat) (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century Idrus Marham akan menyampaikan hasil kinerja Pansus selama 60 hari. Pandangan dari masing-masing fraksi atas kinerja Pansus Century rencananya akan disampaikan besok, Rabu 3 Maret 2010.

Idrus Marham akan membacakan hasil kinerja Pansus Century di hadapan rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Selasa 2 Maret 2010.

Dari hasil lobi-lobi menjelang munculnya rekomendasi Pansus Century, muncul tiga rancangan kesepakatan. Tiga rancangan rekomendasi itu yakni:
1. Rancangan pertama, tak ada masalah dengan kebijakan bail out Bank Century.
2. Rancangan kedua, kebijakan bail out tak masalah untuk menyelamatkan krisis, tapi dalam implementasi terdapat masalah.
3. Rancangan ketiga, baik kebijakan bail out maupun implementasi sama-sama salah.

Bagaimana peta sembilan fraksi atas tiga rancangan rekomendasi Pansus Century. Berdasarkan pandangan akhir masing-masing fraksi di Pansus minggu lalu, sudah terlihat peta sementara:

Fraksi pendukung rancangan pertama:
1. Demokrat, 148 kursi
2. PKB, 27 kursi

Fraksi pendukung rancangan kedua:
1. Golkar, 107 kursi
2. PPP, 37 kursi
3. Gerindra, 26 kursi
4. PAN, 43 kursi

Fraksi pendukung rancangan ketiga:
1. PDI Perjuangan, 95 kursi
2. Hanura, 18 kursi
3. PKS, 57 kursi

Tetapi menurut peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, peta itu sudah sedikit bergeser. Demokrat mendapat kekuatan dari PKB, PAN, dan PPP.

Kekuatan barisan Demokrat dengan menilai pengambilan kebijakan bail out tidak bermasalah mencapai sekitar 46 persen. "Jika Gerindra masuk, kekuatan ini akan menjadi 51,07 persen. Ini sudah cukup bagi Demokrat," kata Burhanuddin Muhtadi kemarin.

Dia pun memperkirakan Golkar akan berbalik badan ke barisan Demokrat jika Gerindra masuk jajaran fraksi yang membenarkan bail out. "Golkar tidak punya potongan jadi oposisi," kata dia.

Di sisi lain, Gerindra banyak kepentingan untuk masuk barisan Demokrat, salah satunya adalah Pemilu 2014.

"Kalau Prabowo dan Gerindra masuk, Demokrat akan berutang luar biasa besar kepada Gerindra pasca-perlawanan mitra koalisi seperti Golkar dan PKS," kata dia.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
imam
09/03/2010
halo apa kabar mr. fadli zon. aku ikut2an gerindra karena ada Anda dan prabowo yang visinya sangat jelas. thank. aku yakin, jika prabowo jadi presiden, indonesia akan makmur karena basis riil rakyat adalah pertanian.
Balas   • Laporkan
imam
09/03/2010
halo apa kabar mr. fadli zon. aku ikut2an gerindra karena ada Anda dan prabowo yang visinya sangat jelas. thank. aku yakin, jika prabowo jadi presiden, indonesia akan makmur karena basis riil rakyat adalah pertanian.
Balas   • Laporkan
cantika
02/03/2010
aku yakin kl Bapak Prabowo tidak mau bertindak di luar norma demi sebuah kekuasaan..Bapak Prabowo bukan orang yg mencari kekuasaan semata. SEMOGA keyakinan aku BENAR
Balas   • Laporkan
adi
02/03/2010
Hanya PKS yang mendekati Partai yang ideal, harapan baru untuk Indonesia menjadi lebih baik
Balas   • Laporkan
sayah
02/03/2010
sebuah antiklimaks yang amat sangat TIDAK MENARIK, katrok, kampungan, masa cuma sekedar rekomendasi
Balas   • Laporkan
Japemethe
02/03/2010
Lha piye to iki..? DPR wis habiskan dana milyaran rupiah buat Pansus cuma buat kayak gitu doang? Mending KPK aja untuk urusan ginian, tapi secara terbuka seperti pansus biar rakyat bisa lihat dan langsung ke masalah hukumnya bersalah apa tidak, daripada d
Balas   • Laporkan
angkawijaya
02/03/2010
katakan yang bathil itu benar-benar bathil dan yang haq itu benar-benar haq, semuanya untuk rakyat bukan orang perorangan.ayo buka kasus century seterang terangnya.
Balas   • Laporkan
Baguslah
02/03/2010
SBY pny tipikal yg gak grusa grusu, tapi mengamati dan memutuskan. Seperti ketika JK yg diajak lg berduet di pilpres dl, saking percaya dirinya JK maka dia berani menolak tawaran itu. Nah disaat JK kalah dan mau bergabung kembali sdh terlambat. Begitu jg
Balas   • Laporkan
budi
02/03/2010
Siapa yang mau beli 'sapi', silahkan tinggal pilih!
Balas   • Laporkan
baguss
02/03/2010
payah... semuanya tidak komitmen untuk mengatakan yang benar............. banyak kepentingan didalamnya. mending aku dukung PKS aja.... yang mengambil resiko untuk mengatakan benar.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ