Politik

Bendera PKS dan Golkar Dibakar di Gedung DPR

Entah dari mana massa membawa dua bendera itu.

Selasa, 2 Maret 2010, 10:48 WIB
Ismoko Widjaya, Aries Setiawan
  (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar dibakar oleh massa pendukung SBY, Aliansi Rakyat untuk SBY (Arus). Massa menilai, PKS dan Golkar mengkhianati koalisi.

Pantauan VIVAnews, aksi pembakaran itu dilakukan tepat di depan gerbang utama Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 2 Maret 2010. Entah dari mana massa membawa dan memiliki dua bendera partai itu.

Yang pasti sebelum aksi pembakaran, massa terus berteriak, "PKS dan Golkar adalah Pengkhianat", dalam spanduk yang dibentangkan juga tertulis, "Mengkhianati Koalisi Adalah Mengkhianati Rakyat".

Saat membakar dua bendera partai itu, polisi yang berjaga langsung menghampiri kelompok massa Arus yang berjumlah sekitar 200 orang. Polisi berupaya memadamkan dan menghadang massa ke sumber api.

Tetapi, bendera PKS dan Golkar itu keburu hangus dan ludes dilalap api. Selain membakar dua bendera partai politik, massa juga mencopot lalu membakar spanduk yang menempel di gerbang utama DPR.

Spanduk yang menjadi sasaran pembakaran itu bertuliskan tentang skandal Centurygate. Dalam orasinya, massa menilai PKS dan Golkar dianggap sebagai partai yang mengkhianati komitmen koalisi sejak awal.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hidtaz
02/03/2010
kasihan DEMOKRAT nih, kyknya lg mau bunuh diri ya? kl kebenaran yg dibahas, ya jgn dganggu dong, makin ngancurin citra kamu tuh. ayo smua LANJUTKAN dlm kbenaran
Balas   • Laporkan
ihsan
02/03/2010
pusing jadinya semuanya ribut melulu, wakil rakyat ribut, rakyat tawuran, pejabat saling tuding apakah ini demokrasi. bisakah tenang dikit biar rakyat nyaman.
Balas   • Laporkan
APolo
02/03/2010
Stupid, ini sebuah hal yg salah..GOLKAR dan PKS itu membela rakyat...bukan untuk mengkhianati rakyat. Lihat dengan kepala bahwa, mereka keluar dari power koalisi untuk mengungkap kebenaran.. skrg lihat di sdang ? apakah ada keadilan
Balas   • Laporkan
SuperDakochan
02/03/2010
Bukankah pansus century ada karena negosiasi antar kelompok? Ungkap aja tuh semua pansus jg ketangkep. Dulu DPR PDIP dan PKS menerima gratifikasi ke NewYork setelah mensyahkan UU Perbankan,kemudian yg lain ada beberapa juga make century buat MONEY LAUNDRY
Balas   • Laporkan
SuperDakochan
02/03/2010
^^kalau berani GOLKAR, PKS dan partai lain ungkap tuh skandal BLBI th 1998 yg merugikan ratusan trilyun Good point bro.. Siapa tuh dulu Presidennya yg mengucurkan dana ratusan triliun melebihi century??? Parah..Najiss...
Balas   • Laporkan
hoho
02/03/2010
koalisi ya emang untuk kebaikan lah...kalo emang ada kejelekan, knapa harus dibela...ingat ga si?...kontrak politik PKS lo ma SBY bukan ma Demokrat...ga usah mutung lah demokrat...kliatan bgt g profesionalnya...
Balas   • Laporkan
udin
02/03/2010
Tolong bongkar tuh kasus BLBI 1998 yg merugikan rakyat ratusan trilyun di masa ORBA (Golkar). Golkar, PKS jgn jd pahlawan kesiangan. Golkar dan PKS itu munafik.... partai politik semuanya pembohong termasuk tuh yg mengaku memperjuangkan rakyat...
Balas   • Laporkan
aip
02/03/2010
dewasa dikit kenapa, arus harus bisa membedakan mana yang membela rakyat dan mana yang membela kekuasaan, kalau memang ada masalah pada century kenapa harus ditutupi, arus mempunyai kepentingan dan tidak mewakili rakyat secara keseluruhan
Balas   • Laporkan
udin
02/03/2010
Tolong bongkar tuh kasus BLBI 1998 yg merugikan rakyat ratusan trilyun di masa ORBA (Golkar). Golkar, PKS jgn jd pahlawan kesiangan. Golkar dan PKS itu munafik.... partai politik semuanya pembohong termasuk tuh yg mengaku memperjuangkan rakyat...
Balas   • Laporkan
rimas
02/03/2010
lebih baik mengkhianati koalisi daripada mengkhianati amanah rakyat & hati nurani
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ