Politik

Pimpinan Sidang Besok Tetap Marzuki Alie

Aksi kontroversial tadi siang tak berpengaruh. "Masalah ini tak perlu diperpanjang. Cukup"

Selasa, 2 Maret 2010, 16:23 WIB
Elin Yunita Kristanti, Anggi Kusumadewi
  (Vivanews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Aksi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Alie yang menutup sidang paripurna secara sepihak, menuai kontroversi.

Namun, politisi Partai Demokrat ini tetap didaulat memimpin dalam sidang paripurna, besok, Rabu 3 Maret 2010.

"Besok sama, rapat paripurna akan dipimpin oleh Marzuki Alie," kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan usai rapat pimpinan Dewan, Selasa 2 Maret 2010.

"Masalah ini tidak perlu diperpanjang. Cukup," lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sementara, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung menegaskan apapun, pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial.

"Tapi, kami juga sudah  menyampaikan kritik kami secara terbuka kepada Pak Marzuki. Kita  semua menyesalkan insiden pada paripurna tadi. Tapi itulah bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan bagi pimpinan," kata dia usai rapat pimpinan Dewan.

Dalam rapat, lanjut Pramono, Marzuki menyampaikan dia memimpin rapat paripurna tadi berdasarkan skenario yang disiapkan  oleh kesekjenan.

"Di mana agenda paripurna yang dibuat kesekjenan  hanya dua, yakni pelantikan Wakil Ketua DPR baru dan pembacaan  laporan hasil pansus Century," tambah dia.

Sebelumnya, Pramono mengaku terkejut dengan aksi Marzuki. "Saya sendiri terkejut, Marzuki Alie mengetok palu tanpa konsultasi dulu," kata Pramono.

***
Akibat aksi ketok palu Marzuki menutup sidang ini, sejumlah politisi menyerbu ke arah pimpinan sidang. Perdebatan sengit dan hujan interupsi terjadi saat Ketua DPR tidak memutuskan pengambilan voting dan keputusan atas kesimpulan Pansus dilakukan hari ini.

"Berdasarkan keputusan Badan Musyawarah DPR diputuskan hari ini hanya mendengarkan kesimpulan dan rekomendasi Pansus Century," kata Idrus Marham.

Satu per satu anggota DPR maju ke meja pimpinan DPR. Suasana tidak terkendali. Masing-masing fraksi berkerumun ke meja lima pimpinan DPR.

Akbar Faizal dari Hanura bahkan memegang podium pimpinan. Fraksi Golkar juga tak ketinggalan menyerang meja pimpinan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cuma komentar
02/03/2010
MARJUKI ALI MEMANG KETERLALUAN, TIDAK PUNYA TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN. TERLALU..............!!!!
Balas   • Laporkan
adhe sumarna
02/03/2010
AAAAHHHHH ... itu mah bisa-bisanya orang-orang demokrat. Saya yakin itu skenario yang di buat Demokrat untuk menunda hasil dari pada keputusan untuk century... Mereka takut kalah kalau terjadi Voting
Balas   • Laporkan
ibnu abdurrahman
02/03/2010
entah siapa yang tidak dewasa...klaim bisa dilakukan siapa saja...rakyat sudah sangat cerdas loh dalam melihat siapa yang dewasa dan siapa yang kekanakan...tindakan pimpinan yang tidak sesuai aturan jelas-jelas sudah memalukan bangsa ini....
Balas   • Laporkan
adirra
02/03/2010
bagaimana bs baik negara kalo kawanan maling 6,7 triliun yang mimpin sidang...maluuuuu jadi orang Indonesia, mending pindah ke lauut :)
Balas   • Laporkan
syaifudin
02/03/2010
kekanak-kanakan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ