Politik

Boediono Tegaskan Tak Akan Mundur

"Saya akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang lari dari tanggung jawab."

Jum'at, 5 Maret 2010, 13:26 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
  (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono menjawab desakan mundur yang disuarakan sejumlah kelompok politik dan masyarakat. Dengan tegas, Boediono menyatakan tidak akan memenuhi tuntutan itu.

"Kalau memenuhi tuntutan itu, saya akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang lari dari tanggung jawab. Pemimpin yang melecehkan kehendak rakyat yang sudah memilih saya," tegas dia dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jumat 5 Maret 2010.
 
Disamping itu, Boediono mengatakan dirinya tidak mau mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono "Dan meninggalkan beliau."

Meski demikian, sambung Boediono, pernyataan ini tidak lantas dirinya tidak tidak bisa dihentikan ditengah jalan sebagai Wakil Presiden.

Bila, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah memenuhi semua syarat di UUD dan ketentuan perundangundangan lainnya, "maka apapun keputusan MPR, saya akan patuhi."

Namun, dia berharap agar semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. "Mari kita ciptakan demokrasi yang makin mantap."

Keterangan pers ini merupakan tanggapan Boediono atas rekomendasi DPR terkait dana talangan (bail out) ke Bank Century. Saat penggelontoran dana itu, Boediono menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

DPR, melalui mekanisme voting, menilai bahwa kebijakan bail out Century melanggar bahkan hingga ke tahap implementasi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Reinhard
07/03/2010
Saya setuju Pak, jangan mundur. Di Indonesia tidak ada budaya malu seperti di negara lain, yg bisa mengundurkan diri atau bahkan harakiri. Lha wong, kecelakaan pesawat, tabrakan kereta, skandal apapun itu, pejabat yg berwenang juga NGGA PERNAH mundur kok,
Balas   • Laporkan
edy kuncoro
06/03/2010
pak budiono baiknya pensiun aja jadi wakil presiden . ingat rakyat kita sudah susah jangan bikin tambah susah ya pak. kalo bapak gak mau mundur itu namanya kemaruk jabatan, pangkat, dan derajat. percuma ngotot bertahan jadi wapres, rakyat dah gak ngefek.
Balas   • Laporkan
ecos69
05/03/2010
Maju terus pa"boediono" pantang Mundur, orang2 yang menginginkan Bapak mundur jumlahnya tidak sebanding dengan orang2 yang mendukung bapak untuk tetap maju menyelesaikan amanat rakyat indonesia bersama SBY. sukses selalu pa'........................dari pe
Balas   • Laporkan
nur
05/03/2010
gak punya malu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ