VIVAnews - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengaku tidak takut direshuffle presiden karena sikap partainya yang berbeda dengan partai Demokrat. Apalagi dalam pidato presiden tak disinggung mengenai hal itu.
"Ndak lah, kan jelas pidato Pak Ical [Aburizal Bakrie] juga merespon positif pidato Pak SBY," kata Agung usai mendengarkan pidato politik Aburizal Bakrie, Jumat 5 Maret 2010.
Agung mengatakan pidato Ical menunjukkan komitmen Partai Golkar masih bersama pemerintahan. Apalagi masalah Century sudah menjadi ranah hukum tidak lagi politik.
Saat ditanya apakah hal ini berarti sikap Golkar melunak? Agung membantah. "Tidak melunak, kan politik sudah selesai dengan baik, sekarang waktunya ke ranah hukum dan kita tidak campuri," kilahnya.
Aburizal Bakrie, dalam pidatonya, menerangkan maksud sikap Golkar yang berbeda. Kata dia, itu bukan berarti permusuhan.
"Jika ada perbedaan, itu bukan ungkapan permusuhan, tapi sikap mandiri, bentuk komitmen masing-masing pihak untuk mencari kebenaran dan kebaikan," tegas Aburizal.
Aburizal mengulangi pernyataannya saat ulang tahun Golkar. "Jika ada urusan terkait masa depan Indonesia, jika soalnya nasib negeri, kita, Partai Golkar, akan berdiri di garis terdepan."
"Untuk berkata, tidak ada kuning tidak ada biru, tidak ada merah, tidak ada hijau, bahkan tidak ada putih. Yang ada merah putih," kata Aburizal.
"Sementara, dalam pidatonya Kamis malam, SBY tak menyinggung soal reshuffle.
SBY mengatakan masalah koalisi bukan prioritas. "Koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika. Manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika, selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat," kata SBY.
Laporan: Dian Widyanarko