Politik

Ketua Fraksi PDIP: Miranda Calon Terbaik

Ketika itu dirinya sebagai pimpinan fraksi telah menerima laporan komprehensif.

Selasa, 9 Maret 2010, 12:00 WIB
Ismoko Widjaya, Anggi Kusumadewi
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo (Antara)

VIVAnews - Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo membantah bahwa ikut menerima traveller cheque pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom. Mengapa Tjahjo memerintahkan Fraksi untuk memilih Miranda dibanding calon lain?

"Miranda adalan calon terbaik," kata Tjahjo Kumolo dalam pesan singkatnya, Selasa 9 Maret 2010.

Ketika itu dirinya sebagai pimpinan fraksi telah menerima laporan komprehensif dari para anggota fraksinya yang duduk di Komisi XI.  Laporan menyatakan, di antara semua calon yang ada, Miranda adalah pilihan terbaik.

Tjahjo menyatakan, sebagai Ketua Fraksi, bukan hanya pada fit and proper test Deputi Gubernur Senior BI saja ia memberikan arahan kepada anggi fraksinya di komisi terkait.

"Saya juga mengarahkan untuk pemilihan pejabat lain seperti Kapolri, Panglima TNI, KPK, dan KPU," kata Tjahjo. Ia menekankan, itu sudah tugasnya sebagai Ketua Fraksi.

"Itu memang mekanisme politik dalam proses pengambilan keputusan yang terjadi di DPR selama ini," jelas Tjahjo.

Oleh karena itu, bukanlah hal yang aneh apabila Ketua Fraksi memberikan arahan kepada anggota-anggotanya terkait penentuan suatu kebijakan penting atau pemilihan seorang pejabat strategis.

Kemarin, dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Muhammad Rum, menyatakan total uang suap yang dialirkan senilai Rp 9 miliar. Uang itu disebutkan diserahkan di Restoran Bebek Bali pada Juni 2004, kemudian dibagi-bagikan.

Hal Ini tercantum dalam dakwaan terhadap Dudhie Makmun Murod. Berikut nama-nama yang masuk daftar jaksa:

1. Panda Nababan menerima uang terbesar (Rp1,45 miliar)
2. Williem M Tutuarima (Rp500 juta)
3. Sutanto Pranoto (Rp600 juta)
4. Agus Chondro Prayitno (Rp500 juta)
5. M Iqbal (Rp500 juta)
6. Budhiningsih (Rp500 juta)
7. Poltak Sitorus (Rp500 juta)
8. Aberson M Sihaloho (Rp500 juta)
9. Rusman Lumban Toruan (Rp500 juta)
10. Max Moein (Rp500 juta)
11. JeffeyTongas Lumban Batu (Rp500 juta)
12. Matheos Pormes (Rp350 juta)
13. Engelina A Pattiasina (Rp500 juta)
14. Suratal HW (Rp500 juta)
15. Ni Luh Mariani Tirtasari (Rp500 juta)
16. Soewarno (Rp500 juta)
17. Emir Moeis (Rp200 juta)
18. Sukarjo (Rp200 juta)


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cinta duit
11/03/2010
terbaik karena telah meningkatkan kesejahteraan panda nababan cs kan????
Balas   • Laporkan
wied
11/03/2010
Pantesan pada rame-rame ingin ngerasain kursi DPR, ternyata ceperannya lumayan. baru milih satu orang aja dapetnya ratusan juta sanpai milyar. Padahal dalam lima tahun berapa kali ada acara pilih2 seperti ini! maklum modalnya gede untuk jadi anggota dewan
Balas   • Laporkan
kobek
09/03/2010
itulah wajah suram politik kita....menyuruh budiono dan sri mulyani mundur.....la sekarang bapak 2 PDIP mau mundur.....ngakak kabeh JHU.......
Balas   • Laporkan
Adam
09/03/2010
MALING TERIAK MALING URAT MALUNYA DAH GA' ADA
Balas   • Laporkan
batman
09/03/2010
Klo bgt terbaik krn "bagi2 uang" ke anggota DPR ya pak... Bapak kebagian brp..????
Balas   • Laporkan
Leo
09/03/2010
nah ini yg namanya maling teriak maling. kemarin rame2 menghakimi Boediono dan Sri Mulyani di kasus century, taunya mereka sendiri maling..
Balas   • Laporkan
mahmud
09/03/2010
Nah, kl pd saat krisis 2008 bahwa pengambilan kebijakan century yg diambil Sri Mulyani itulah yg terbaik, apa itu salah???
Balas   • Laporkan
priyo
09/03/2010
Terbaik Pak...tapi membiarkan bank century bobrok setelah terpilih...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ