VIVAnews - Demokrat akan menata ulang partai koalisi yang kini dinilai sudah tak lagi sejalan. Termasuk kebijakan reshuffle atau perombakan kabinet yang menjadi hak prerogatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Benarkah ada isu 10 orang menteri akan di-reshuffle dari kabinet? "Tanya Pak SBY ya, itu urusan Presiden. Mengenai reshuffle-reshuffle itu urusan Presiden," kata anggota Fraksi Demokrat yang juga Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.
Menurut Marzuki, sebagai kader Demokrat dirinya prihatin dengan kondisi koalisi yang tak lagi kompak dan sejalan. Maka itu, dirinya menilai penataan ulang mitra koalisi perlu dilakukan.
"Saya kira perlu nanti kita tata ulang. Apapun alasannya kan koalisi tidak kompak. Perlu re-arrangement sesuai perjanjian koalisi," ujarnya lagi.
Marzuki menilai, salah satu poin perjanjian partai koalisi yang belum terlaksana adalah pembentukan sekretariat bersama. Marzuki menganggap, kesibukan masing-masing fraksi koalisi menjadi penyebab belum terbentuknya sekretariat bersama.
"Tapi penting menurut saya mengadakan sekretariat bersama itu untuk menjalin komunikasi yang intens diantara koalisi," kata dia.
Soal reshuffle, kuasa presiden. Demokrat tak punya taji soal reshuffle. Omongan PKS yang lebih didengar Presiden daripada Demokrat. Makanya Demokrat jangan sok jadi pemimin kolaisi; sok mengancam-ngancam tapi gak pernah terbukti. OMONG BESAR!!!
Kalau negara ini menteri2nya dari Demokrat pasti akan lebih makmur
- Isyono Usman
- Mubarok
- Marzuki
- Anas urbaningrum
- Ruhut
- Ramadhan Pohan
- Sutan
- Qosasi
- Syamsudin
SIAP2 PAK BIAR KITA RAKYAT KECIL INI AKAN MERASAKAN MANFAAT YG LEBIH BAIK kare
Berkoalisi tidak harus ikut apa kata demokrat,beda pendapat hal yang wajar dalam berdemokrasi,karena koalisi berazaskan kesetaraan.hanya partai yang gila kekuasaan yang tidak berani beda pendapat.
memang sebaiknya menteri-menteri yang partainya tidak sejalan lagi direshuffle secepatnya. Karena buat apa mereka berkoalisi tapi hanya untuk mendapatkan keuntungan dan cari sensasi saja.
Melihat serpak terjang dr demokrat/penguasa, alangkah bodohnya partai2 lain mau bergabung/melanjuti koalisi dng demokrat, apa enak kerja dng Ruhut/Amir/Marzuki yang bisanya ngancam sana sini.
Mustinya koalisi ninggalin demokrat aja, berikan pelajaran yg n