Politik

Andi: PKS Tak Urusi Balas Dendam Politik

Normal saja apabila ada tokoh politik atau pejabat yang bersalah.

Selasa, 9 Maret 2010, 15:32 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi
Paripurna DPR bahas usul hak angket Century (VIVAnews/Anggi Kusumadewi)

VIVAnews - Wacana indikasi serangan balik terhadap partai-partai pemilih opsi C dalam kesimpulan Panitia Khusus (Pansus) Century, rupanya tidak merisaukan PKS.

“PKS tidak mengurusi balas dendam politik,” tegas Andi Rahmat, anggota Fraksi PKS sekaligus anggota Pansus Century, Selasa 9 Maret 2010. Opsi C menyatakan bahwa kebijakan bail out Century salah sejak awal hingga implementasinya.

Andi menyatakan, meskipun balas dendam politik memang mungkin terjadi, namun partainya dengan tegas menolak untuk mengeksploitasinya secara berlebihan. “Kami tidak ingin mendramatisir hal itu,” kata Andi saat berbincang dengan VIVAnews.

Hal ini ia kemukakan menanggapi banyaknya tokoh-tokoh politik dari partai pemilih opsi C, yang baru-baru ini tersandung masalah hukum.

“Harus dipahami, semua pejabat memang mempunyai resiko,” ujar Andi. Jadi, menurutnya, normal saja apabila ada tokoh politik atau pejabat yang bersalah, kemudian ditangkap atau diusut perkaranya secara hukum.

Bahkan, lanjut Andi, sekalipun motif pengusutan perkara itu dilandaskan pada motif politik, namun selama pihak berwenang memiliki bukti hukum, maka pengusutan tetap sah bahkan harus dilakukan.

Politisi muda PKS itu mengingatkan, politik justru harus mendorong ranah penegakan hukum. “Asal perkara itu jangan dibikin-bikin. Itu yang tidak boleh,” tukasnya. Ia mengimbau kepada penegak hukum untuk tidak mencari-cari kesalahan orang, bila yanng bersangkutan memang sungguh-sungguh tidak mempunyai salah.

“Tidak bisa demi balas dendam politik, lantas menabrak UU dan membelokkan instrumen hukum,” katanya. Pria kelahiran Makassar ini menekankan, negara tidak dibentuk untuk mencari-cari kesalahan warganya.

Andi mengaku, sampai saat ini ia tidak tahu apakah benar atau tidak terjadi serangan balik pasca kesimpulan pansus Century. Namun, terangnya, PKS memilih untuk tidak membaca kasus hukum yang menimpa sejumlah tokoh politik belakangan ini dengan cara seperti itu.

“Kami tidak menafsirkan begitu, karena PKS tidak menganut political trading,” tandasnya menutup perbincangan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
bucee cahrodeso
10/03/2010
orang sering lupa, satu jari menunjuk orang lain yang tiga menunjuk diri sendiri, jari satunya saksinya, kenalilah falsafh ini dengan mata hatimu " pamete saka luyut,sarwa sareh saliring pangayut, lamun yitna kayitnan kang miyatani,tarlen mung pribadinip
Balas   • Laporkan
jankrik
10/03/2010
Mas Andi, tu temennya yg ambil LC di Century, alasannya gagal dll ngembaliinnya susah pakai nyicil lagi, tu uang nasabah kembaliin dong, jangan maling teriak maling
Balas   • Laporkan
jaen
10/03/2010
anju kaya you tahu aja!
Balas   • Laporkan
saeful
10/03/2010
ah pertama-tama aja kyk gitu. nanti lama-lama juga sama ama yang lainnya, ya standar lah....
Balas   • Laporkan
Hadi
10/03/2010
Bagus Mas Andi, kalau memang benar itu kasus misbakun jelas dia yg bawa uang nasabah centuri, apa itu LC kok gagal,, ya kalau gagal kembalikan aja semua uangnya jangan di cicil. bohong aja tuuuu proses
Balas   • Laporkan
BUDAKKASEP
10/03/2010
SETELAH PANSUS CENTURY SAYA AKAN TETAP SETIA PADA PKS....
Balas   • Laporkan
Perkumpulan wong ndeso
10/03/2010
Maju terus PKS, terus bekerja dan berkarya untuk Indonesia
Balas   • Laporkan
Bang Rahman
10/03/2010
Bang. Andi..buktikan bahwa PKS tidak berubah dari awal sampai sekarang dan seterusnya .... Kalau ada kader yg salah biarlah dihukum ..tp bantulah kalau kader itu tidak salah... teruslah berada pada jalur yg benar PKS ...
Balas   • Laporkan
warrock
10/03/2010
segera usut...proses masalah misbakhun.....berani ndak PKS nyuruh kadernya mengundurkan diri....BPK sejak awal dh bilang kalo LC nya ada indikasi bermasalah...tp sayang politikus PKS ndak ngusut aliran dana malah obok2 kebijakan bail outnya...payah dech
Balas   • Laporkan
Andi
10/03/2010
pks cocoknya koalisi sama partai sakit hati tuh (pdip, hanura, gerindra)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ