Politik

Susno Minta Polisi Netral Tangani Century

Sekarang eranya penegakan hukum, kata Susno Duadji

Rabu, 10 Maret 2010, 17:02 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Buku Susno Duadji dibagikan di Pansus Century DPR (VIVAnews/Anggi Kusumadewi)

VIVAnews - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji, meminta penerusnya menangani kasus Bank Century dengan sikap netral. Setelah muncul sikap politik dari parlemen, sekarang saatnya penegakan hukum, kata Susno yang sekarang tak memiliki jabatan meski belum pensiun itu.

"Eranya sudah penegakan hukum sekarang," kata Susno dalam sebuah diskusi mengenai buku "Bukan Testimoni Susno" di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010. "Semua ditegakkan secara hukum ya sudah. Semua arahnya sesuai penegakan hukum ya sudah. Tapi, aparat penegak hukum harus betul-betul netral," kata Bapak dua anak itu.

Dulu, kata Susno, saat masih menjabat penyelidikan kasus Century ini pernah dihentikan. Polisi menemukan kasus ini bisa berhulu pada Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia, yang menjadi Wakil Presiden. "Sebab itu, penyelidikan ditangguhkan agar tidak terjadi kehebohan," kata Susno.

Pernyataan Susno dalam testimoni yang diambil di bawah sumpah di parlemen itu kemudian dikatakan penerusnya di Bareskrim sebagai "ngaco" di sebuah surat kabar. Susno keberatan pernyataannya itu dikatakan "ngaco."

"Ah ini Jaka Sembung bawa pedang. Saya yang bikin kebijakan kok orang lain yang bilang ngaco," kata Susno.

Karena itu, dalam kesempatan itu, Susno menegaskan testimoninya di parlemen bukan sembarang. Apa yang disampaikannya di Pansus Century disebutnya sebagai fakta pendukung. "Itu fakta pendukung saya ungkap di bawah sumpah," ujarnya.

Artinya, Susno menyatakan derajat keterangannya itu lebih tinggi dari testimoni. Menurutnya, testimoni merupakan pengakuan yang bisa benar bisa salah. "Itu di bawah sumpah, kalau bohong berdosa," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ujubuneng
11/03/2010
ahhhh.. rupanya Susno sedang membuat skenario nilai tawar dg KPK dan Pemerintah nih.. supaya dosa-dosa Susno dimasa lalu aman dr kurungan KPK. Siap-siap saja Pak.. tidak ada orang yg tidak melakukan korupsi bagi pejabat dinegeri ini.. sudah saatnya banya
Balas   • Laporkan
ujubuneng
11/03/2010
ahhhh.. rupanya Susno sedang membuat skenario nilai tawar dg KPK dan Pemerintah nih.. supaya dosa-dosa Susno dimasa lalu aman dr kurungan KPK. Siap-siap saja Pak.. tidak ada orang yg tidak melakukan korupsi bagi pejabat dinegeri ini.. sudah saatnya banya
Balas   • Laporkan
unyil
11/03/2010
Pak Susno, waktu Bapak tugas dibandung ga ada tuh yg namanya pungutan liar. Kami rindu Bpak
Balas   • Laporkan
tuti
11/03/2010
seandainya pak susno jadi wakapolri dan menjadi kapolri apa akan tetap seperti saat ini??
Balas   • Laporkan
dibyo
10/03/2010
pak susno yang kunanti-nanti !
Balas   • Laporkan
Telinga @ Mata
10/03/2010
" TIDAK PROFESIONAL"
Balas   • Laporkan
boyke
10/03/2010
kita masih beruntung,masih ada pak susno yg suaranya sangat dinanti dan ingin didengar oleh khalayak dalam kasus century itu. tak diragukkan lagi, beliau pasti sangat banyak tahu ttg apa dan bagaimana sesunggunnya kasus itu. jauh-jauh sebelumnya beliau
Balas   • Laporkan
konyol
10/03/2010
wah sudah pada lupa ya pada rekaman di mk, ingat anggodo! ingat rekayasa kasus bibit-candra, inikah yg disebut reformis? dg siapa anggodo berhubungan? utk rekayasa? ada apa negri ini? nalar dong!!
Balas   • Laporkan
lie
10/03/2010
bohong DOSA..!!!! kalau KORUPSI ????? Pak Susno, SEMANGAT...!!!!!
Balas   • Laporkan
Muhammad Hambali
10/03/2010
Semoga negeri ini dibersihkan Allah swt dari pemimpin-pemimpin yang dholim dan khianat...dan segera diperlihatkan mana yang benar dan mana yang salah...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ