Politik

Dua Staf SBY Akan Temui Megawati

Sekarang keduanya sedang mencari waktu yang tepat untuk bertemu Ketua Umum PDIP itu

Jum'at, 12 Maret 2010, 00:46 WIB
Arfi Bambani Amri
Staf Khusus Presiden Andi Arief pegang bukti politisi PKS terkait Bank Century (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Dua staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yakni, Staf Khusus Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief dan Staf Khusus Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai, berencana menemui Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Rencana pertemuan itu digagas untuk memberi paparan tentang berbagai kasus dugaan kejahatan yang dilakukan sejumlah pihak terkait L/C fiktif atau bodong di Bank Century.

"Ibu Megawati adalah tokoh yang selalu mengedepankan supremasi hukum. Karena itu, kami ingin memaparkan apa yang terjadi terkait dengan dugaan kejahatan perbankan yang dilakukan sejumlah orang di Bank Century, khususnya terkait masalah LC bodong," ujarnya Ak Supriyanto, Asisten Staf Khusus Presiden kepada VIVAnews, Kamis 11 Maret 2010.

Supriyanto menuturkan, Andi Arief dan Velix Wanggai masih berkomunikasi dengan tokoh-tokoh PDI Perjuangan, untuk mencari momen terbaik untuk pertemuan tersebut. Sebab, saat ini Ibu Mega masih sibuk menghadiri berbagai konferensi daerah menjelang Kongres PDI Perjuangan di Bali.

“Rencana pertemuan sama sekali tidak dimaksudkan untuk mempolitisasi isu Century, dan tidak ada agenda lain kecuali memaparkan kasus-kasus dugaan kejahatan L/C bodong yang terjadi di Bank Century. Sehingga, Ibu Mega mendapatkan perimbangan informasi dalam kaitan kasus Bank Century," katanya.

Sebelumnya, kedua staf Presiden ini telah menemui sejumlah tokoh nasional mulai dari Syafii Maarif sampai Amien Rais. Safari pertemuan ini mereka sebut sebagai silaturahmi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
meikelaoan
14/03/2010
bg sy , demokrat enggk ush lobi kmn2 lobi kpd yg diatas , kalu pemerintahan bersih pasti Tuhan melindungi kok,
Balas   • Laporkan
ani fegda
14/03/2010
Bagus juga, meng-edukasi pimpinan supaya yang dipimpin juga jadi tambah benar, karena pemimpinmemberu info yang benar. Bu mega pasti bisa menganalisis info yang disampaikan benar atau tidak bukan?. Jadi ya dengarkan, jadi pemimpin kan harus pintar mendeng
Balas   • Laporkan
asadi salim
14/03/2010
apalagi nih.... demokrat partai penjilat sekarang sibuak soan sana soan sini menunjukkan kasus ke orang lain dari yg bukan berwenang itu adalah politik wild pressure.... ingat bu kata susno uang di singapura itu konon 14 trilyun... menjadi 13 trilyun dan
Balas   • Laporkan
lely
14/03/2010
Gak apa2, penting tuh, biar bu mega tau, siapa2 saja yang tersangkut kasus century, maupun kasus korupsi lainnya, mana tau ada anak buahnya, maupun orang sekitarnya. Kan bos nya jadi dapat laporan yang berimbang.
Balas   • Laporkan
zidam
13/03/2010
itu sangat penting, biar smuanya pada faham, karena selama ini Ibu Mega ataupun tokoh palitik lainnya selalu mengeluarkan pendapat lewat media, yang kita belum yakini kebenaran sumbernya. Jadi, Semoga saja dengan adanya pertemuan yang di rencanakan ini, b
Balas   • Laporkan
kenapa
13/03/2010
kenapa ya staf presiden sibuk sendiri, ngerjain yg bukan job-nya, bukannya andi arief staf khusus bidang bencana ya?????kenapa sibuk kanan kiri ngurusin hal-hal lain, kenapa panik banget???tanya kenapa
Balas   • Laporkan
Anton
12/03/2010
Saya sedang mencari pekerjaan baru. Minta tolong kepada Pak SBY agar sudi menerima saya sebagai staf khusus. Kayaknya enak juga, ya...
Balas   • Laporkan
lukman
12/03/2010
wah partai demokrat ko skg kaya tikus sembunyi dalm got biar nga keliatan pura bersih padahal kotor bin najis aku salah dulu milih/coblos partai tau kaya gini nga bakal memilih partai demokrat yg kotor penuh koruptor dan penjilat
Balas   • Laporkan
SIGOGEL
12/03/2010
Itulah yang terjadi di dalam Kerajaan Dunia. Nggak akan jauh dari hal-hal seperti ini.
Balas   • Laporkan
Bambang Dradjat
12/03/2010
Saya duga ada hidden agenda alias agenda tersembunyi dibalik silaturahmi
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ