Politik

PKS Tak Setuju Boikot Sri Mulyani

DPR harus mempertimbangkan masak-masak rencana boikot Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Senin, 15 Maret 2010, 06:28 WIB
Arfi Bambani Amri
Sri Mulyani (antara)

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera meminta Dewan Perwakilan Rakyat mempertimbangkan masak-masak rencana pemboikotan terhadap pembahasan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara Perubahan 2010. Menurut PKS, jangan sampai kepentingan pembangunan dan rakyat banyak dikesampingkan.

"Lebih jauh boikot akan membuat DPR kehilangan kesempatan untuk mengkritisi rencana anggaran yang diajukan pemerintah secara dini, langsung, dan terbuka," kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal secara tertulis ke VIVAnews, Senin 15 Maret 2010.

Oleh karena itu Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengimbau agar seluruh anggota DPR RI dapat terus terlibat secara pro-aktif, kritis dan konstruktif di Komisi-komisi masing-masing maupun khususnya yang ada di Badan Anggaran (Banggar) memperjuangkan aspirasi anggaran yang pro rakyat secara transparan. Silakan nanti Menteri Keuangan Sri Mulyani ke parlemen membicarakannya.

Sementara itu terkait hasil Angket Century, yang telah menyebut  sejumlah nama yang diduga bertanggungjawab dan termasuk di dalamnya Sri Mulyani Indrawati, FPKS telah menyerahkan masalah ini ke ranah hukum, tentu dalam pengawasan DPR yang intensif. Proses hukum yang tengah berjalan dalam pengungkapan kasus Century tidak boleh menegasikan kepentingan rakyat yang lebih luas dan berjangka panjang. Upaya penegakan hukum justru seharusnya memberi pijakan yang kokoh bagi pembangunan nasional kita.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
suharno
17/03/2010
DPR kita ini jelas lebih mementingkan kelompok atau golongan padahal diantara mereka juga ada yang terlibat namun ngotot apalagi ada boikot-boikotan kayak anak kecil, sementara di luar kepentingan rakyat paling utama! jadi kedepan rakyat tidak usah pilih
Balas   • Laporkan
beni siska
17/03/2010
PKS jangan sok pahlawan,dan DPR itu jangan ngambek..karena kepentingan nya adalah memeras uang rakya..jadi sok2 jual mahal..biar di sogok..Ibuk Sri,jangan keluarkan uang negara untuk nyogok dewan yang sok suci ya?perjuangkan terus nasib rakyat.Hidup KIB(
Balas   • Laporkan
Abdurrochman
17/03/2010
setuju.... perlihatkan kalau wakil rakyat itu memang bekerja untuk rakyat.
Balas   • Laporkan
m sofii
17/03/2010
6 t dijadikan alasan untuk menjatuhkan SBy dengan cara menekan SBY dan KPK terlihat kepentingan partai lebih kuat dari pada mengungkap kebenaran. kalo mau menyalakan kebijakan budiono yang menrugikan negara 6t periksa juga megawati dengan kebijakannya yan
Balas   • Laporkan
ahmad
17/03/2010
Kalau jadi memboikot pembahasan RAPBNP 2010 berarti DPR identik dengan "Dewan Pengkhianat Rakyat"
Balas   • Laporkan
Maimunah
17/03/2010
Untuk apa mengikuti ego untuk memboikot sedangkan rakyat kita masih banyak yang sengsara lebih baik anggota DPR yang terhormat memikirkan nasib bangsa...
Balas   • Laporkan
zefry
16/03/2010
Boikot...??? ini ngomongin DPR atau para supir angkot...??? ckckcck...gmn indonesia mau maju kalo ribut terus,,,bukannya bahu membahu membangun bangsa malah pd ribut sendiri...dan saling menjatuhkan..
Balas   • Laporkan
Agus
16/03/2010
Itulah karakter anggota DPRI, seperti ungkapan Gus Dur, "persis anak2 tk"
Balas   • Laporkan
Nur amali
16/03/2010
Boikot-memboikot apa itu sifat demokrasi, yang harus ditegakkan itu hukum. Selesaikan masalah hukumnya. Bersalah atau tidak ? terbukti atau tidak.
Balas   • Laporkan
eKA Budiyasa
16/03/2010
DPR sudah saatnya menunjukkan intelektualitas yg dominan tanpa kekerasan dan "ado jotos" untuk meyikapi kasus ini. Jangan BOIKOT, tapi justru ikuti secara kritis dan kaal-lah kepentingan pembangunan untuk masyarakat yg lebih banyak - Ranah hukum adalah ha
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ