Politik

Istana: Hasil Angket Century Bukan Alat Bukti

Dia tegaskan, hasil Panitia Khusus Angket Century di DPR bukan alat bukti.

Rabu, 17 Maret 2010, 08:22 WIB
Ismoko Widjaya
Denny Indrayana (perpektifbaru.com)  

VIVAnews - Isu rencana pemotongan anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak relevan dengan tudingan KPK lambat dalam menindaklanjuti Angket Century dari DPR.

"Undang-undang mengatakan, hasil Angket bukan alat bukti," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana dalam diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Rabu 17 Maret 2010.

Denny mempertanyakan sikap DPR yang mengaitkan kasus Century dengan pemotongan anggaran KPK. Dia tegaskan, hasil Panitia Khusus (Pansus) Angket Century di DPR dinilai bukan alat bukti.

"Apakah anggaran KPK dipotong atau tidak, yang paling penting adalah adanya alat bukti kasus Century," ujar Denny.

Sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menilai anggaran KPK disarankan dipotong apabila tidak serius dan tidak optimal dalam melaksanakan rekomendasi Pansus Angket Century DPR.

"Kalau KPK tidak maksimal mungkin Badan Anggaran DPR perlu mempertimbangkan usulan itu (pemotongan anggaran)," ujar Ahmad Muzani, yang juga anggota pansus Century dari Fraksi Gerindra.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menyesalkan bila akhirnya pemotongan anggaran KPK diputuskan DPR.

"Kita minta DPR untuk menggunakan akal sehatnya dalam berpolitik," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Pengadilan ICW Febri Diansyah di Jakarta, Selasa 16 Maret 2010.

Bila pemotongan anggaran diputuskan, maka yang terjadi adalah adanya dukungan kepada korupsi.

"Jika benar ini dilakukan itu sama dengan melawan pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan KPK," kata dia.

 

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Yang enggak waras itu siapa ?
17/03/2010
DPR itu jelas tercantum di dalam UUD 1945, KPK hanya diatur UU. Staff khusus Presiden hanya Kepres, ICW hanya yayasan. Aneh ya, katanya ahli hukum tata negara, tetapi Denny ini makin lama makin enggak kompeten. Pembaca pun jadi ikut-ikutan enggak kompeten
Balas   • Laporkan
Bagas sudra Pranata
17/03/2010
Konplik kepentingan, hanya untuk kepentingan sesaat semua mencari sensasi, mencari popularitas semata. Bicara untuk kepentingan Rakyat, tapi tak pernah berlaku untuk rakyat, bicara demi rakyat tapi tak berpihak pada rakyat. Atau siapakah rakyat yang Anggo
Balas   • Laporkan
eryawan
17/03/2010
betul !!
Balas   • Laporkan
iya bener bang febri.....sekarang2 ini anggota dewan yang terhormat sok tau......klo kita sih ngeliatnya mereka2 itu cuma cari popularitas aja.....biasaaaaaaaa ancang2 2014.....tapi caranya buanyak buangets yang NORAK.....cenderung bikin kita resah dan me
Balas   • Laporkan
bambang s
17/03/2010
ini bukti,.. KERDIL NYA anggota dpr PKS, GOLKAR, PDI, HANURA... masih mending gerindra,.. tapi itulah ORANG2 PARPOL INI SANGAT PICIK LIHAT ITU BAMBANG SUSATYO,.. MONYONG GITU KOK NGOMONG SOAL RAKYAT,.. YUK. PEMILU TAHUN DEPAN KITA TENDANG GOLKAR PARTAI P
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ