Politik

Boediono Kembali Diteriaki "Maling"

Lima orang mahasiswa tiba-tiba datang membentangkan spanduk sambil berteriak.

Jum'at, 19 Maret 2010, 14:33 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Pansus Century: Boediono (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono kembali mendapat sasaran teriakan, "Maling". Kali ini, terjadi saat Boediono memberikan sambutan dalam kunjungan di Bantar Gebang, Bekasi.

Boediono sedang berpidato di atas podium yang diletakkan di bawah tenda, di lapangan Kantor Kelurahan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 19 Maret 2010. Boediono memberikan sambutan di hadapan ibu-ibu peserta KB (Keluarga Berencana).

Berjarak sekitar 5-10 meter dari podium, tepatnya di luar gerbang Kantor Kelurahan Bantar Gebang, sedang terjadi aksi unjuk rasa. Lima orang mahasiswa tiba-tiba datang membentangkan spanduk.

Meski berjarak dekat, Boediono tidak bisa melihat aksi itu karena tertutup gerbang tembok Kantor Kelurahan. Tapi, suara teriakan mahasiswa terdengar jelas ke dalam.

Tiba-tiba, "Boediono Maling, Boediono Maling," teriakan yang pernah terdengar saat pemeriksaan Panitia Khusus Angket Century itu terdengar lagi.

Sontak saja aksi itu mengundang petugas berdatangan. Polisi langsung menghampiri demonstran. Mereka dibubarkan paksa. Pantauan VIVAnews, mahasiswa itu sempat dipukuli dan diberi tendangan.

Saat mendengar teriakan maling, Boediono berkomentar. "Itu contoh bagian dari demokrasi," kata Boediono yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia.

Lima mahasiswa itu lalu dibawa ke Polsek Bantar Gebang yang berada tepat di sebelah Kantor Kelurahan. Polisi bahkan sampai menggendong demonstran untuk pindah.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dodollagi
24/03/2010
mahiswa juga manusia perlu makan dan tambahan uang saku tinggal teriak gak sampai seharian udah dapat duit
Balas   • Laporkan
aris
20/03/2010
sy kira 5 org demonstran itu bukan mahasiswa krn setau sy mahasiswa itu punya otak cerdas dan etika...
Balas   • Laporkan
tantowi jauhari
19/03/2010
demokrasi yang sudah kebablasan..., plisss deh, asas praduga tak bersalah tlng di taati bung... emang kamu tahu kalo budiono maling???, apa sudah terbukti?? hormati asas praduga tak bersalah.. sekarang demo2 yang mengatas namakan mahasiswa keliatan banget
Balas   • Laporkan
Roman
19/03/2010
Msh bagus cuman pukul...Hrsnya tembak ditempat aja...toh mahasiswa kayak begini, kgk kepake....Masa depan suram...!!
Balas   • Laporkan
husen_papua
19/03/2010
mundur aja, mas bud daripada bikin banyk org maen suudhon, yg satu nuduh maling yang lain nuduh org2 byran..buktikan aja kalo mas bud emang gak salah, gak usah nunggu dikuktikan salah..
Balas   • Laporkan
husen_papua
19/03/2010
mundur aja, mas bud daripada bikin banyk org maen suudhon, yg satu nuduh maling yang lain nuduh org2 byran..buktikan aja kalo mas bud emang gak salah, gak usah nunggu dikuktikan salah..
Balas   • Laporkan
herman
19/03/2010
saya yakin mrk mahasiswa... saya yakin mrk punya data sehingga nekad melakukan itu... dan saya yakin yang mukulin mahasiswa adalah orang2 pro maling
Balas   • Laporkan
kentunk
19/03/2010
hmm, kalo aku anaknya budiono, pasti udah tak bacok yang teriak itu. even bapakku maling sekalipun, apa haknya nyumpahin orang? sama sekali tidak punya etika dan hormat kepada yang lebih tua. mengaku mahasiswa biar mendapat simpati. @ josso jancuk, masih
Balas   • Laporkan
Ary Revolusi
19/03/2010
Mahasiswa katanya intelektual muda, tapi lontaran kata yg terucap meneriaki "Budiono Maling" mencerminkan tindakan yg tdk layak dilakukan oleh seorang Mahasiswa, memalukan dan kurang ajar, bagaimanapun Budiono seorang Bapak dan Dosen, yg seharusnya dihorm
Balas   • Laporkan
gogcing
19/03/2010
Saya Heran dan prihatin mengapa sifat2 fitnah merajalela, termasuk DPR nya juga ngajari fitnah.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ