Politik

Bendera Ancam Rebut Mega dari Arena Kongres

Mega diminta tetap membawa PDI Perjuangan sebagai partai oposisi.

Selasa, 6 April 2010, 11:00 WIB
Umi Kalsum
Keributan di luar arena Kongres III PDIP di Bali (VIVAnews/ Peni Widarti)

VIVAnews - Aksi demo mewarnai berlangsungnya Kongres III PDI Perjuangan di Ina Grand Bali Beach. Ribuan orang meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menampik tawaran koalisi dengan pemerintah.

Mega diminta tetap membawa PDI Perjuangan sebagai partai oposisi. Ribuan simpatisan partai ini memenuhi jalan di depan hotel tempat berlangsungnya Kongres, Selasa 6 April 2010. Mereka datang dari berbagai daerah dan tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera).

Koordinator lapangan Muktar Sirait menegaskan, akan menyatakan perang terbuka terhadap mereka yang menyatakan koalisi.

"Kami akan merebut Ibu Mega dari area kongres dan membawa Ibu Mega keluar. Saya pikir Ibu Mega akan tetap pada sikap semula dan konsisten dengan apa yang diperjuangkan," kata dia.

Aksi ini sempat sedikit ricuh. Petugas keamanan dari satuan kepolisian berusaha menjaga aksi  tersebut agar tidak anarkis.

Megawati sendiri dalam pidato pembukaannya menegaskan, sebagai kader partai bukan saatnya untuk bersekutu dengan kekuasaan, tetapi tetap maju bersama rakyat.

Cita-cita PDIP jauh lebih besar, dan bukan semata-mata untuk pembagian kekuasaan, bukan mencari kursi di parlemen, atau jumlah menteri di kabinet atau posisi di Istana Negara.

"Karena yang terpenting sebagai kader partai, kita harus berbangga bukan bagian dari kekuasaan, tetapi ketika kita sama-sama menangis dan tertawa dengan rakyat. Artinya lebih baik tertawa dengan rakyat, daripada berkoalisi," kata Mega.

Laporan: Peni Widarti | Bali



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rakyat yg mana dimkasud mbak mega, enaknya aja bawa2 nama rakyat, kalau bendera mungkin ya rakyyatnya mbak mega.........wong jadi presiden cuma mendem aja kok........
Balas   • Laporkan
iwon wahyudi
07/04/2010
hahaha.. bener..bener
Balas   • Laporkan
efeks
07/04/2010
ibu MSP yang terhormat, coba luangkan sedikit waktu untuk baca segala komentar tentang anda dan partai anda di sini atau di situs lain... saya kira ini adalah representasi dari sebagian besar pemikiran rakyat indonesia tentang anda dan partai anda.
Balas   • Laporkan
Syamsu
06/04/2010
Jangan cuma melihat kesalahan atau kelemahan orang.. tapi liat juga bagaimana keberhasilan mereka.. memang susah mengakui kesuksesan seseorang.. susah kalau selalu mencari salah saja.. Nyamuk mati di rumah orang bisa diliat tapi kerbau mati di teras rumah
Balas   • Laporkan
ARGA
06/04/2010
bu... kayaknya dulu pas jadi RI 1, kebijakan ibu+kader ibu lebih sering membuat rakyat menangis lebih dari ini dan jikalau niatan partai ibu untu rakyat kenapa banyak kebijakan pemerintah selalu dibantah pd hal itu untuk rakyat. Ibu beda dengan pak Karno.
Balas   • Laporkan
rika
06/04/2010
setuju bgt ma kamal.. dulu pdip udah pernah diberi kesempatan untuk memimpin indonesia tapi gak ada hasilnya..yg ada bikin masy sedih aja..mbok ya nyadar diri gitu... pdip bukan milik keluarga atuh...itu partai milik rakyat...ganti dong ma yg muda n komp
Balas   • Laporkan
rika
06/04/2010
setuju bgt ma kamal.. dulu pdip udah pernah diberi kesempatan untuk memimpin indonesia tapi gak ada hasilnya..yg ada bikin masy sedih aja..mbok ya nyadar diri gitu... pdip bukan milik keluarga atuh...itu partai milik rakyat...ganti dong ma yg muda n komp
Balas   • Laporkan
anta
06/04/2010
Ini Tukang Fitnah Kok Mau Ngetop ... ada yang nukangin kali ... Senengnya kayak kerajaan itu lagi .. itu lagi ... Bosan Ahhhhh
Balas   • Laporkan
wonggemblung
06/04/2010
Bendera mau rebut bu mega... ambilah egp
Balas   • Laporkan
skakmate
06/04/2010
paling enak mundur ajja bu... pensiun,pak taufiq kan sudah ayem,,, apalagi..rakyat udah bisa jalan sendiri tanpa di gendong PDI P ....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ