VIVAnews - Anggota Tim Pengawas Angket Century dari Fraksi Hanura Akbar Faizal mempertanyakan kelanjutan kasus hukum terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pertanyaan ini terkait pengangkatan Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
"Saya meminta kepada World Bank, tolong jangan intervensi keberadaan hukum dan politik di Indonesia," kata Akbar Faizal usai rehat rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung DPR, Jakarta, Rabu 5 Mei 2010.
Menurut dia, KPK harus tegas menyikapi langkah selanjutnya atas pengangkatan Sri Mulyani menjadi petinggi di Bank Dunia. Dia mendesak agar proses hukum yang menyeret-nyeret nama Sri Mulyani dirampungkan dulu.
"Kalau perlu, keluarkan saja surat cekal. Karena di sini masih ada masalah," ujar anggota DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan ini.
Akbar menegaskan, ketika ada pejabat negara yang sedang tersandung kasus hukum, mohon jangan ada campur tangan dari dunia luar. Apalagi menyangkut kasus hukum yang sangat pelik.
"Ketika ada pejabat di sini yang bermasalah secara hukum. Jangan ditarik dulu ke sana. Ini adalah skenario untuk menyelesaikan kasus Century yang terkait Sri Mulyani. Bagaimana dengan Pak Boediono? Apa ada skenario lain?" tanya dia. (umi)
Yth .Akbar faisal,please cool down kami sebagai rakyat indonesia sangat menyayangkan komentar2 anda,sehingga terkesan anda berebut lahan parkir,hormati mereka ibu sri mulyani dan hormati asas praduga tak bersalah sebab berkomentar lebih mudah dari pada ya
Yth .Akbar faisal,please cool down kami sebagai rakyat indonesia sangat menyayangkan komentar2 anda,sehingga terkesan anda berebut lahan parkir,hormati mereka ibu sri mulyani dan hormati asas praduga tak bersalah sebab berkomentar lebih mudah dari pada ya
Akbar F.....pansus yg dibertuk sebelumya mau cari dana yg msk kekantong partai atau perorangan .... tetapi tdk terbukti....rakyat sdh bosan lihat anda dkk berdebat kasus century dan skrg rakyat sdh merasa rugi Sri Mulyani ke Bank Dunia ..... skrg dari and
Saya memang selalu berfikir negatif sejak dilahirkan. Jadi memang susah untuk berfikir positif. Biar di kirain galak harus berfikir negatif dulu. Kalau gak berfikir negatif khan saya gak jadi dewan,...manalagi orang yang milih saya itu orang bodoh semua,
Saya memang selalu berfikir negatif sejak dilahirkan. Jadi memang susah untuk berfikir positif. Biar di kirain galak harus berfikir negatif dulu. Kalau gak berfikir negatif khan saya gak jadi dewan,...manalagi orang yang milih saya itu orang bodoh semua,
Akbar.. tak Seindah namanya. cuman bisanya cari2 muka saja.. pantang lihat orang Maju membawa nama bangsa. di kancah Dunia. Akbar... akbar... Ck Ck Ck Ck.....kasian
wah..mengharukan...!!! Kejamnya politik...semoga Tuhan menyadarkan orang-orang yang mempergunakan senjata Politik...untuk tidak mempergunakannya sembarangan...banyak korbannya....aku, kamu, mereka, Bentengilah kebenaran dengan Politik, lindungi ekonomi de
Bang Akbar Faizal yg terhormat...Ibu Sri ditunjuk oleh World Bank karena mereka percaya akan kredibilitas dan kejujuran dari ibu Sri...tidak mungkin lembaga sebesar World Bank tidak punya akses untuk menyelidiki dulu kasus Bank Century...saya yakin sebelu
Bung Akbaf Faisal Faisal, sebuah bukti bahwa SMI berkokoknya bisa diluar kandang, lah...kl bung Akbar Faisal berkokoknya cuma dikandang......kandangnya juga kecil.