VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, menyatakan sebenarnya dari awal partainya sudah terbuka bagi nonmuslim.
"Sebenarnya di PKS, sejak 1999, pengurus yang nonmuslim sudah ada dan itu tidak dituntut mengucapkan dua kalimat syahadat," kata Luthfi di sela-sela sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 18 Juni 2010. "Sebab Allah saja memberi kebebasan dalam memilih keyakinan," ujarnya.
Luthfi menyatakan konstitusi PKS juga tidak mensyaratkan itu. "Tidak dituntut mengucapkan dua kalimat syahadat," ujarnya.
Sementara itu, untuk susunan kepengurusan, Luthfi menyatakan PKS selalu menyesuaikan dengan kondisi anggota yang ada di sekelilingnya. "Kalau misalnya di daerah mayoritas nonmuslim, di situ pengurus nonmuslim," katanya.
Sementara untuk jabatan publik, bagaimana pun PKS mengedepankan profesionalitas dan kapabilitas. "PKS memaknai profesionalitas itu dengan memberi apresiasi terhadap orang-orang profesional dan itu tidak hanya ditentukan satu agama saja. Yang penting harus bersih," katanya.
PKS selama ini memiliki enam jenjang keanggotaan yang membatasi hak dan kewajiban anggota. Mulai periode 2010-2015 ini, PKS akan mengamandemen aturan itu. Menurut Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta, nonmuslim yang menjadi anggota juga nanti diberi hak menempati posisi legislatif dan eksekutif. Sebelum ini, mereka hanya dibolehkan duduk di posisi legislatif. (kd)
knp harus membenci barat? bukankah disana juga ada saudara2 seiman kita..yg kita kritik dan lawan adalah pemerintahan barat yg sering diskriminatif terhadap Islam..
ingat prinsipnya.." Berbaur tapi tidak melebur, mewarnai dan tidak terwarnai..."
Itu yang namanya Yudi gak tau baca sejarah...
Rasul aja pernah buat perjanjian ama bangsa Quraisy, untuk kebaikan...
Ckckck.... Gak tau, tapi sok-sok nuduh...siapa yang munafik? Bicara dusta aja...
Itu yang namanya Yudi gak tau baca sejarah...
Rasul aja pernah buat perjanjian ama bangsa Quraisy, untuk kebaikan...
Ckckck.... Gak tau, tapi sok-sok nuduh...siapa yang munafik? Bicara dusta aja...
Haaa...haaaa, pks ini partai yang aneh, saya ini dulu mantan simpatisan PKS, tetapi namanya dulu masih partai keadilan. setau saya azasnya PKS itu Azas Islam bukan Azas Nasionalis, kok tiba2 berubah jadi partai nasionalis. Jangan hanya karena mencari popu