Politik

Luthfi: Masuk PKS Tak Perlu Baca Syahadat

"Sebab Allah saja memberi kebebasan dalam memilih keyakinan," ujar Presiden PKS.

Jum'at, 18 Juni 2010, 11:31 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Luthfi Hasan Ishaaq (Facebook Luthfi Hasan Ishaaq)

VIVAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, menyatakan sebenarnya dari awal partainya sudah terbuka bagi nonmuslim.

"Sebenarnya di PKS, sejak 1999, pengurus yang nonmuslim sudah ada dan itu tidak dituntut mengucapkan dua kalimat syahadat," kata Luthfi di sela-sela sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat, 18 Juni 2010. "Sebab Allah saja memberi kebebasan dalam memilih keyakinan," ujarnya.

Luthfi menyatakan konstitusi PKS juga tidak mensyaratkan itu. "Tidak dituntut mengucapkan dua kalimat syahadat," ujarnya.

Sementara itu, untuk susunan kepengurusan, Luthfi menyatakan PKS selalu menyesuaikan dengan kondisi anggota yang ada di sekelilingnya. "Kalau misalnya di daerah mayoritas nonmuslim, di situ pengurus nonmuslim," katanya.

Sementara untuk jabatan publik, bagaimana pun PKS mengedepankan profesionalitas dan kapabilitas. "PKS memaknai profesionalitas itu dengan memberi apresiasi terhadap orang-orang profesional dan itu tidak hanya ditentukan satu agama saja. Yang penting harus bersih," katanya.

PKS selama ini memiliki enam jenjang keanggotaan yang membatasi hak dan kewajiban anggota. Mulai periode 2010-2015 ini, PKS akan mengamandemen aturan itu. Menurut Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta, nonmuslim yang menjadi anggota juga nanti diberi hak menempati posisi legislatif dan eksekutif. Sebelum ini, mereka hanya dibolehkan duduk di posisi legislatif. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rian
21/06/2010
jaya terus PKS jangan di In donesia ada banyak agama, bukan hanya Islam saja, ingat itu..
Balas   • Laporkan
Aish Basyir
20/06/2010
Husnudzon.. We have many brilian n pious people arent't we.. "Selamat Munas PKS yah... Sukses selalu"
Balas   • Laporkan
idef
20/06/2010
knp harus membenci barat? bukankah disana juga ada saudara2 seiman kita..yg kita kritik dan lawan adalah pemerintahan barat yg sering diskriminatif terhadap Islam.. ingat prinsipnya.." Berbaur tapi tidak melebur, mewarnai dan tidak terwarnai..."
Balas   • Laporkan
alex
19/06/2010
ayo tunjukkan donk idealisme mu pks. jangan jadi bebek sby. tapi masih mending pks daripada yang laen. prekitiew.
Balas   • Laporkan
yusuf
19/06/2010
Itu yang namanya Yudi gak tau baca sejarah... Rasul aja pernah buat perjanjian ama bangsa Quraisy, untuk kebaikan... Ckckck.... Gak tau, tapi sok-sok nuduh...siapa yang munafik? Bicara dusta aja...
Balas   • Laporkan
yusuf
19/06/2010
Itu yang namanya Yudi gak tau baca sejarah... Rasul aja pernah buat perjanjian ama bangsa Quraisy, untuk kebaikan... Ckckck.... Gak tau, tapi sok-sok nuduh...siapa yang munafik? Bicara dusta aja...
Balas   • Laporkan
agus supray
19/06/2010
dah maju sombong,ga inget waktu susahnye dananye dari mane...dulu waktu susahnye..,liat 2014 suaranye pasti bkurang,sekarang mah dewek2,banyak tipunye
Balas   • Laporkan
Fitri
18/06/2010
aneh..............PKS aneh...penghianat UMMAT..........
Balas   • Laporkan
Fajar
18/06/2010
Haaa...haaaa, pks ini partai yang aneh, saya ini dulu mantan simpatisan PKS, tetapi namanya dulu masih partai keadilan. setau saya azasnya PKS itu Azas Islam bukan Azas Nasionalis, kok tiba2 berubah jadi partai nasionalis. Jangan hanya karena mencari popu
Balas   • Laporkan
udjo
18/06/2010
@yudi... kalo gak tau menahu mendingan diem aja deh!! PKS ga akan mati tanpa dukungan darimu koq... hahaha.. cucian deh lo..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ