VIVAnews - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani, yang adalah cucu Bung Karno, menentang wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta.
Sebab, menurut dia, pemilihan Jakarta sebagai pusat pemerintahan sudah diputuskan oleh Undang-Undang.
“Ya, nggak setujulah. Kan itu sudah diputuskan Undang-Undang. Kalaupun ada wacana seperti, kita lihat dulu apa sih urgensinya,” kata dia seusai menghadiri acara pelantikan walikota dan wakil walikota Solo, di Solo, Rabu, 28 Juli 2010.
Puan mengatakan tidak setuju karena menurutnya, memindahkan ibu kota bukan hanya terus pindah namanya saja . Pastinya, pemindahan Ibukota seperti ini akan menjadi hal yang sangat krusial.
“Apakan wilayah yang akan dijadikan Ibukota baru itu sudah siap. Bukan hanya dari segi ekonomi, tapi kultur dan lain-lain juga harus siap,” tegas Puan Maharani.
Puan pun berpesan apabila memang menjadi wacana harus dipertimbangkan lebih serius dan sematang-matangnya.
“Jangan sampai ke depannya merugikan masyarakat,” pintanya.
Wacana pemindahan ibu kota bukannya tanpa dasar. Jakarta dianggap sudah terlalu terbebani sebagai pusat perdagangan dan keuangan.
Belum lagi kemacetan yang makan biaya Rp17,2 triliun setiap tahun. Juga ancaman gempa bumi.
Kalimantan pun jadi pilihan. Menurut Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi Pemerintahan, Teguh Juwarno, ini bukan wacana baru.
"Itu kan gagasan sudah lama," kata Teguh kepada VIVAnews, Senin, 26 Juli 2010, "Gagasan agar Ibukota negara ditempatkan di wilayah tengah Indonesia."
Hal ini diamini Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani. "Wacana pemindahan Ibukota itu sudah dari zaman Bung Karno, tapi sampai sekarang tidak terlaksana," kata Muzani.
Ide memindahkan ibu kota ke Kalimantan memang dicetuskan oleh Presiden Pertama RI, Soekarno. Bung Karno kala itu menunjuk Kota Palangkaraya sebagai calon kuat.
Aku orang jawa tulen. Dg wacana pindahnya Ibu Kota, aku sangat setuju. Dg begitu pembangunan Indonesia lbh cepat merata. Kalo perlu perpindahan Ibu Kota dibuat periodik, misalnya tiap kurun waktu 25-30 thn pindah ke daerah lain.
Janganlah bawa2 suku n nenek moyang. Kita nih kan sama2 WNI, pernahkah kita minta pada Tuhan tuk lahir dari suku tertentu, ngga kan. ini NKRI milik kita semua. Yg penting Gemana caranya agar Kantor Kementerian RI tuh ada di Kota2 Provinsi, Agar Adil GT.
Ketua DPR gak usah mikirin masalah pemindahan ibukota PIKIRIN SAJA KASUS CENTURY dan RAKYAT yang masih banyak kelaparan !!! Jakarta sampe 100th lagi jg masih mampu jadi Ibukota INDONESIA asal pemerintah MIKIR!!!
Puan Maharani??? Apa hebat seh dia? Apa yg sudah dia buat untuk negara? tapi sudah merasa diri pintar. Terjun ke politik nebeng2 nama Bung Karno. Bung Karno memang hebat, tapi cucunya?????
Jakarta dan pulau Jawa boleh serap 100 % pembangunan jika Indonesia itu adalah Jakarta dan p Jawa.
Mari bertanya kepada sejarah masa lalu.
http://nbasis.wordpress.com/2009/06/02/prri-permesta/
Soekarno memang Proklamator, tapi anak cucunya biasa sj tuh ga ada yang istimewa.... Ga usah dijadikan bahan rujukan lah, belum apa-apa sdh ga setuju. Puan=Megawati cuma bisa bilang di podium : MERRRDEKA....MERRRDEKA... ngomong bisanya cuma masa lalu
Buat abu safa,Makan tuh Mayoritas Lo..Muka Lo tu Kayak Sempak,Dasar Orang Jawa Kelakuannya CUma Bisa Nyusahin orang,Kalo gitu kita buat Negara Masing2 Saja,Dah Bosen w Di Jajah ma Orang Jawa Kampret,Pret,pret,pret..!!
Tidak perlu terburu2 bilang setuju atau tidak setuju. Dikaji dan ditimbang dulu yang benar. Kalo perlu bikin referendum, minta pendapat rakyat. Kami ini pemilik sebenarnya dari Republik ini lho..bukan kalian para elite di Jakarta sono..!
anak kemarin sore sok ngerti masalah negara. Memangnya kalau cucu nya Bung Karno jadi presiden, semua masalah bangsa ini bisa selesai. Toh anak nya sendiri gak bisa ngurus negeri ini, jadi presiden cuma diam aja, menteri rapat kabinet cuma cengar cengir a