Politik

Komisi II DPR Menentang Pembatasan Motor

"Kalau motor dikatakan biang macet, memangnya jalan tol yang khusus untuk mobil tak macet"

Kamis, 29 Juli 2010, 08:46 WIB
Elin Yunita Kristanti, Anggi Kusumadewi
Sepeda Motor (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Komisi II DPR yang merupakan mitra kerja Pemda DKI, menentang rencana Pemda DKI untuk membatasi penggunaan sepeda motor guna mengatasi kemacetan ibukota di jam-jam sibuk.

Rencana itu dinilai tidak akan memberikan solusi atas persoalan kemacetan yang makin membelit Jakarta.

"Kalau motor dikatakan biang macet, memangnya jalan tol yang khusus untuk mobil itu tidak macet?" tukas Wakil Ketua Komisi II Teguh Juwarno di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Buktinya, kata Teguh, jalan tol yang seharusnya dibangun untuk mengatasi kemacetan, ternyata kini juga tak luput dari serbuan kemacetan.

Teguh menekankan, kebijakan pembatasan motor seharusnya didasarkan atas rencana yang komprehensif, bukan sekedar tindakan kalap karena kehabisan akal guna mengurai kemacetan akut ibukota. Lagipula, menurutnya, penyebab utama kemacetan di Jakarta adalah dibangunnya mal-mal secara membabi-buta.

"Masyarakat DKI itu justru mengandalkan motor karena kondisi Jakarta yang macet, dan tidak memadainya sarana transportasi ibukota," kata Teguh.

Ia berpendapat, jika aturan pembatasan motor ini benar-benar diterapkan, maka lagi-lagi mayoritas pengguna motor yang merupakan rakyat kecil, akan menjadi korban atas ketidakpedulian pemimpinnya.

"Jangan mau enaknya saja. Pemda DKI mengambil pajak kendaraan yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar DKI, tapi pembayar pajaknya dikorbankan," tukas Teguh. Ia pun meminta Gubernur DKI untuk turun langsung ke jalan guna memahami penderitaan warganya sendiri.

Fungsionaris PAN itu bahkan mengingatkan bahwa ketika jalanan macet parah sementara Presiden SBY harus menghadiri acara penting, SBY pun beberapa kali dibonceng motor paspampres (pasukan pengamanan presiden) agar tidak terlambat sampai ke tempat tujuan.

Sementara itu, anggota Komisi II Agun Gunandjar Sudarsa menilai, seharusnya yang dilakukan oleh Pemda DKI adalah membatasi penjualan motor dan mobil, karena volume jumlah kendaraan yang terus melonjak dari ke hari sehingga tidak seimbang dengan volume ruas jalan, juga menjadi akar persoalan kemacetan ibukota.

"Aneh ketika Pemda mengizinkan kendaraan baru dijual, tapi setelah ia memperoleh pajak penjualan dan pajak kendaraan, kendaraan tersebut malah dibatasi. Jadi, seharusnya pemda membatasi penjualan kendaraan," ujar Agun.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kang kredit
19/09/2010
ini akibat ane ngereditin motor semurah-murahnye kalo perlu gak pake DP. pokoknye ngutang deh ente semue nyang pake motor ame ane. sementara ane kipas-kipas uang bunganye.
Balas   • Laporkan
edanTenan
06/08/2010
emang dah edan nih pemdanya.... dikit2 rakyat kecil yang disalahin....
Balas   • Laporkan
andri
30/07/2010
wah parah pemimpin jakarta ,,,anda tu di pilih oleh rakyat kebanyakan rakyat kecil yang menggunakan motor,giliran pajak di bayar malah dilarang...sekarang banyak mobil yg hanya di tumpangin 1 orang,bandingkan kalo 1 mobil di jejer dg motor sama ng 6 motor
Balas   • Laporkan
Auliya
30/07/2010
Saya gak mampu untuk membayar Ongkos Busway, Saya cuma mampu beli premium 15000 untuk 3 hari, saya adalah Kurir, banyak tujuan harus saya singgahi-Kesana dan kemari, kalo saya gak boleh pake motor Saya, Siapa yang mau bayarin Ongkos Busway Saya?!! Ini buk
Balas   • Laporkan
Rakyat kecil
29/07/2010
Pemda DKI memang sudah pusing dg masalah kemacetan tapi masa sih rakyat kecil selalu jadi pihak yang salahkan atas kemacetan di jkt ?...
Balas   • Laporkan
Awarga
29/07/2010
patut diduga yang bikin kebijakan untuk kenyamanan sendiri... mereka kan ga pernah naik motor...
Balas   • Laporkan
ari
29/07/2010
Lho kok jadi motor.? saya punya mobil tetapi setiap hari sy kerja menggunakan motor selain hemat jg untuk mengurangi kemacetan, mungkin bpk2 yg lain jg banyak yg seperti sy, kalo motor dibatasi sy akan pakai mobil bgt jg yg lain apakah tdk bertambah macet
Balas   • Laporkan
RAMUAN_P_KUMIS
29/07/2010
teguh JAUH LEBIH PINTAR DAN BIJAK dibanding SI KUMIS NAGA
Balas   • Laporkan
ir-one
29/07/2010
saya setuju pak, kalau motor dibatasi sama saja PEMERINTAH menjajah rakyat KECIL , seharusnnya mobil plat htm yang perlu dikendalikan pak harusnya pemerintah juga harus bersikap adil......
Balas   • Laporkan
supri
29/07/2010
saya mendukung, bukan motor yang menjadi penyebab kemacetan, tapi mobil pribadi penyebab utamanya........
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ