Politik

JK Mendadak Temui SBY

Biasanya, agenda yang digelar di Wisma Negara tidak membicarakan soal kenegaraan.

Kamis, 29 Juli 2010, 10:30 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Presiden SBY dan JK (ANTARA/Ali Anwar)

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) muncul di Kompleks Istana Kepresidenan. Belum diketahui agenda utama mantan rekan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Pantauan VIVAnews, mobil yang ditumpangi JK masuk ke Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis 29 Juli 2010, sekitar pukul 10.00 WIB.

JK menggunakan mobil Lexus bernomor polisi B 5171 RFO.  Biasanya, agenda kegiatan Presiden yang digelar di Wisma Negara tidak membicarakan soal kenegaraan. Kendati demikian, informasi menyebut pembicaraan SBY dan JK juga akan menyinggung soal tabung gas.

Acara resmi Presiden SBY baru dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. SBY rencananya akan menyerahkan surat kepercayaan Duta Besar beberapa negara sahabat, seperti Bangladesh, Irak, Yunani, Iran dan Chile.

Pemerintah memutuskan untuk menarik sekitar 9 juta tabung gas yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan selain ditarik, tabung itu juga tidak boleh diperdagangkan dan diedarkan.

"Yang tidak memenuhi standar SNI itu yang harus ditarik. Ada sekitar 9 jutaan saya kira, yang ditenggarai tidak memiliki standar sesuai SNI," kata Agung di Kantor Presiden, kemarin.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sulardi
03/08/2010
klu pemerintah siap mengganti tabung gas yg standar SNI segera jangan nunggu2 lagi karena udah banyak rakyat kecil jadi korban..
Balas   • Laporkan
Supriadi
01/08/2010
Sebenarnya programnya bagus tapi niat kurang sempurna matilah rakyat yang tidak tahu apa2,rakyat miskin haya di buat percobaan dan di peras.Saya hanya bisa medoakan aja Kepada seluruh pejabat tinggi pemerintahan smoga aja hidup kekal ABADI.
Balas   • Laporkan
deni
01/08/2010
mungkin setiap hari ya semua berita di indonesia meyiarkan hal tersebut yaitu tabung gas..mungkin kalo bisa taun depan ..harus jadi masalah besar bagi rakyat kecil karna merasa was" untuk membeli tabung 3 Kg.,.
Balas   • Laporkan
AKMALUDDIN
31/07/2010
secara konsep JK amat bagus akan tetapi yang membuat hal ini terjadi ( bom di dapur rumah kita ) karena mental pengusaha kita yang ingin kaya tetapi tidak melihat akibatnya untuk rakyat dengan membuat tabung non SNI
Balas   • Laporkan
leo
31/07/2010
udah akur ya???
Balas   • Laporkan
son
31/07/2010
dari pada pakai tabung gas mendingan pake kayu bakar .tapi gimana kayu nya juga sudah banyak ditebang
Balas   • Laporkan
ariefin
31/07/2010
dijual cepat tabung gas 3 kg kondisi 90 % ,harga damai.alasan menjual : " Teroris jilid ke sekian mengancam.berupa bom tabung gas 3 kg "
Balas   • Laporkan
mbeller
30/07/2010
Kangen ya kek lama ga temu, bagi2 kalo dapet proyek, lagi nganggur nih
Balas   • Laporkan
rheyza
30/07/2010
eh...hanum & hadi setiadi....apa sih nama perusahaan JK yg memproduksi tabung gas.... jangan sampai cuma fitnah aja..kalo komen tolong informasinya perusahaan apa ... supaya bisa dikonfirmasi kebenarannya
Balas   • Laporkan
Rismalil Ismi Afida
29/07/2010
Produk Elpiji kebanyakan dari anak perusahaan JK, dulu pernah salut, sebelumnya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ