Politik

Istana Bantah SBY 'Serang' Media Tertentu

Julian Aldrin Pasha sudah menegaskan bahwa Presiden tidak bermaksud menyindir suatu media.

Kamis, 29 Juli 2010, 13:26 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu menyebut ada pihak-pihak yang sedang berkampanye mendiskreditkan Pemerintah. Bahkan, SBY menyebut ada televisi yang hanya rajin menyiarkan kejelekan Pemerintah.

Sejumlah kalangan mempertanyakan statement itu. Ketidakjelasan siapa pihak yang berkampanye mendiskreditkan pemerintah itu, hanya akan membuat orang saling curiga.

Pertanyaan seperti itu ramai di sejumlah media jejaring sosial. Banyak pula yang mempersoalkan mengapa presiden lebih sibuk "curhat" soal kelompok yang kurang jelas itu, dan kurang sibuk mengurus soal tabung gas yang sering meledak

Istana buru-buru "meluruskan" presepsi publik terhadap pernyataan presiden itu. Presiden SBY, kata Julian Aldrin Pasha, tidak bermaksud menyindir media tertentu. Presiden, lanjutnya, cuma melakukan kritik kepada semua media.

"Presiden  sangat konstruktif mengajak media untuk sama-sama membangun dengan melanjutkan yang sudah tercapai dan meminta terus dilakukan perbaikan," kata Julian di Istana Presiden, 29 Juli 2010.

Julian menolak keras kalau ungkapan Presiden itu dianggap curahan hati alias curhat Presiden atas pemberitaan buruk media terhadap kinerja Pemerintah. "Itu sisi positif. Kalau ada yang mengatakan itu curhat, ya tidak," ucap Julian.

Ungkapan Presiden SBY, lanjut Julian, disampaikan saat meresmikan Gerakan Bebas Pemadaman Bergilir di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ini tentu sebuah prestasi, yang seharusnya, kata Julian, diapresiasi media massa.

"Bagaimana pun prestasi yang dicapai PLN dalam kinerja listrik sudah kita rasakan progress-nya. Itu yang disampaikan oleh Presiden. Bahwa kemungkinan masih ada kekurangan di beberapa daerah, itu bisa ditolerir dan diterima," jelas Julian.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
edwin wakofan
29/07/2010
tiap hari hanya ada issu murahan......sadar sadar sadar,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,mau presiden kek,mau menteri kek,ya tugas kamu kerja buat rakyat,,,jangan tiap hari ada issu murahan,kayak bintang iklan aje.....heran..kerja dunkkkkkkkkkkkkkkkk........
Balas   • Laporkan
firman
29/07/2010
President harusnya berfikir POSITIF (hanya orang murahan yang selalu berfikir NEGATIF). jadikan semua pemberitaan tersebut sebagai koreksi atas kinerja pemerintah, jangan menutup diri mentang2 berkuasa selalu mengintervensi segala hal. BERFIKIR dong.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ