VIVAnews - Darmin Nasution akhirnya sah menjadi Gubernur Bank Indonesia, setelah mendapat sokongan dari partai-partai mitra koalisi pemerintah. PDIP dan Hanura melakukan aksi walk out.
Apa alasan partai koalisi mendukung Darmin?
"Kami menghargai proses di Komisi XI DPR," ujar juru bicara Fraksi Demokrat, Taufiq Effendi, ketika menyatakan dukungan fraksinya kepada Darmin.
Hal serupa juga dikemukakan oleh kelima fraksi koalisi lainnya.
"Golkar menyadari sensitivitas hal ini. Tapi kami menjunjung tinggi presumption of innocent atau azas praduga tak bersalah," tegas SW Yudha, juru bicara Fraksi Partai Golkar.
Menurut partai beringin, mereka merasa yakin dengan Darmin setelah yang bersangkutan bersedia untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur BI apabila suatu saat nanti dinyatakan sebagai terdakwa.
"Sampai saat ini, belum ada status tersangka atau terdakwa yang melekat pada Saudara Darmin. Jadi, Beliau masih bersih sampai hari ini. Kami tidak mau berburuk sangka sebelum ada bukti. Ketahuilah, berburuk sangka itu dosa besar," kata Ketua Fraksi PPP, Hasrul Azwar, di hadapan sidang paripurna.
"Kami konsisten dan menjunjung tinggi keputusan Komisi XI yang merupakan amanah dari Badan Musyawarah DPR," ujar Ketua Fraksi PAN Asman Abnur.
PKS dan PKB pun menyatakan sikap serupa. Dengan demikian, seluruh fraksi koalisi kali ini bulat satu suara.
Dukungan tambahan bahkan datang dari Gerindra karena partai binaan Prabowo Subianto ini juga ikut mendukung Darmin sebagai Gubernur BI. "Kami mendukung putusan Komisi XI yang telah memilih Saudara Darmin secara mufakat," kata Budi Heryadi, juru bicara Partai Gerindra.
Proses pengesahan Darmin memakan waktu lama, enam jam. Itu termasuk dua jam untuk lobi, karena sosok Darmin dianggap kontroversial oleh sebagian politisi Senayan.
PDIP dan Hanura berkeras menyatakan Darmin tak bisa dilepaskan dari kasus Bank Century, karena saat itu ia menjabat sebagai Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang disimpulkan DPR diduga terlibat dalam pengambilan keputusan bail-out Century. (kd)