Politik

"Jadikan Jonggol Seperti Putrajaya Malaysia"

Politisi Demokrat kembali ke ide lama mantan Presiden Soeharto: Jonggol sebagai Ibukota.

Jum'at, 30 Juli 2010, 08:37 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Monas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi pemerintahan dalam negeri, Muslim, mengusulkan ide almarhum mantan Presiden Soeharto memindahkan Ibukota negara ke Jonggol atau Cileungsi dihidupkan lagi. Politisi Demokrat itu mengusulkan Jonggol dijadikan seperti Putrajaya, Malaysia.

Jonggol adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. "Saya sangat setuju apabila Ibukota dipindah. Pusat bisnis dan pusat pemerintahan memang seharusnya dipisah. Ide Pak Harto untuk menggeser Ibukota ke Jonggol dan Cileungsi, saya pikir tepat," ujar Muslim kepada VIVAnews.com.

Menurut politisi yang terpilih dari Aceh itu, situasi Jakarta saat ini sudah sangat sumpek dan tidak kondusif lagi untuk melakukan aktivitas. "Tiga puluh persen dari waktu yang ada, dihabiskan di jalan," katanya. Hal itu, jelas-jelas mengurangi produktivitas.

Lantas mengapa Jonggol, tidak Palangkaraya atau Banjarmasin seperti yang disarankan oleh beberapa anggota Komisi II lainnya? "Karena Jonggol masih relatif dekat (dengan Jakarta) sehingga dapat menghemat biaya pemindahan Ibukota, infrastrukturnya ada, dan lahan yang sudah dibebaskan di sana begitu luas," kata Muslim.

Menurutnya, sayang bila pembebasan lahan Jonggol yang telah dilakukan di zaman Soeharto, kini disia-siakan begitu saja. Alangkah baiknya, kata Muslim, bila lahan tersebut dibangun menjadi pusat pemerintahan. "Tapi ingat, dalam proses perkembangan kota, jangan sampai Jonggol berakhir seperti Jakarta yang semrawut," kata Muslim.

Syarat utama yang harus dimiliki oleh Ibukota adalah sarana prasarana dan infrastruktur, dan menurut Muslim, Jonggol memiliki itu. "Jadi biarkan Jakarta menjadi pusat bisnis, sedangkan pusat pemerintahan berada di Jonggol. Seperti New York - Washington DC di Amerika, dan Kuala Lumpur - Putrajaya di Malaysia," kata Muslim.

Legislator asal Aceh itu menyatakan, pemindahan ibukota juga berarti mengurangi urbanisasi yang masih menjadi tren sampai saat ini. "Nantinya tidak semua orang berbondong-bondong ke Jakarta lagi," ujarnya. Dengan demikian, pertumbuhan pun dapat lebih terdistribusikan dengan baik.

Muslim yakin, pemindahan ibukota bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. "Itu kan tergantung sistem yang ingin kita bangun, dan political will dari pemerintah," katanya. Bila pemerintah berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih baik dan memiliki niat kuat untuk itu, ia optimistis Indonesia akan mempunyai ibukota baru yang tertata rapi di masa mendatang. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Wirosabhleng
10/08/2010
Ide yang sangat baik dan perlu direalisasikan segera sehubungan jakarta sudah sumpek pek pek. Kenapa tidak berfikir untuk memindahkan Ibukota kita ke Leuwiliang saja?
Balas   • Laporkan
ce-cool
06/08/2010
ku pikir Kalimantan lebih ok, karena selain bebas gempa disana penduduknya masih jarang. kalow di Bogor yah... sama2 jugalah padat n macet
Balas   • Laporkan
madlani
05/08/2010
Saya setuju ibu kota RI pindah ke jonggol,klo perlu qita punya dua ibukota,...
Balas   • Laporkan
ureh
05/08/2010
Setuju Ibu kota RI / pusat pemerintahan & DPR Pindah Jonggol,dengan begini otomatis dpt memisahkan pusat bisnis dan pemerintahan, para pekerja bisnis kerjannya ke jakarta sedangkan Para PNS Ke Luar kota ( Jonggol) sehinggal dapat mengurangi kemacetan. ok
Balas   • Laporkan
adesobandi
02/08/2010
Saya sangat setuju dengan pemindahan ibukota Jakarta, Ketempat lain, Saya harap mereka dipindah ke tempat yg sejuk dan segar, seperti jonggol. Supaya mereka dapat lebih pokus ngurusin negara ini, Belanda jg mindahin ibu kota keBandung dari JKT thn 1920.
Balas   • Laporkan
Mustari
02/08/2010
Aneh...kok Jonggol !!!! Sudah tahu tata ruangnya gak sih ??? Jonggol kan dekat dengan Jakarta, otomatis sebentarlagi juga akan semrawut...kayaknya gak paham nih anggota dewan ini...Palangkaraya yang paling pas, strategis, bebas gempa dan pemerataan
Balas   • Laporkan
nurdjaedi
02/08/2010
setuju pindah ke JONGGOL, konsep lama Pak Harto dilaksanakan krn makin lama Jakarta semakin parah kondisinya, Macetnya. Biarlah Jakarta Pusat Bisnis, Jonggol pusat pemerintahan. Jangan disamakan dengan Malaysia, krn sakit hati ini msh luka dgn Malaysia.
Balas   • Laporkan
zaky
02/08/2010
sangat setuju. buatlah penataan sematang mungkin, sehingga tidak semrawut. penataan yang benar, akan menghemat sumberdaya alam dan manusia. semoga terlaksana.
Balas   • Laporkan
Tari
01/08/2010
setuju banget, pindah aja ke jonggol... lahan luas, udara bersih (jadi pejabat2 bisa berpikir jernih juga) trus bisa di akses dari bogor, jakarta, bandung, secara cepat ayuk gw dukung...
Balas   • Laporkan
awang
31/07/2010
ditukar dulu pemimpin dari jawa ke bangsa lain baru impian dapat terwujud,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ