Politik
Pidato SBY

"Yang Ditangkap Malaysia, Indonesia Takut"

Pidato SBY di Mabes TNI soal hubungan RI-Malaysia dianggap tidak tegas.

Kamis, 2 September 2010, 07:42 WIB
Elin Yunita Kristanti, Ita Lismawati F. Malau
  (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyampaikan pernyataan sikap terkait krisis hubungan Indonesia dan Malaysia. Pidato itu disampaikan di Mabes TNI Cilangkap, Rabu malam, 1 September 2010.

Pidato yang disampaikan presiden menuai tanggapan. Wakil Ketua Dewan Pakar PPP Lukman Hakiem mengatakan, meski setuju dengan penyelesaian damai krisis RI-Malaysia, namun sinyal tegas harus diberikan SBY.

"Kalau substansinya seperti itu kenapa harus presiden yang pidato, kan cukup disampaikan oleh menteri," kata dia kepada VIVAnews, Kamis 2 September 2010.

"Dengan substansi pidato seperti itu, sinyal yang ditangkap Malaysia, ternyata Indonesia takut," tambah dia.

Kata Lukman, sangat disayangkan, SBY telah melepas momentum secara percuma, untuk menegaskan sikap RI pada negeri jiran.

Dalam pidato tadi malam, SBY menyatakan prihatin atas insiden di seputar perairan Pulau Bintan tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu.

"Saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi," ujar Presiden Yudhoyono.

Meski demikian, tambah Presiden, kita tidak bisa mengkompromikan kepentingan nasional, apalagi  jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
clank
13/09/2010
Kalau kita lapar itu biasa Kalau kita malu itu juga biasa Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar! Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu! Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh
Balas   • Laporkan
vin
08/09/2010
sebenarnya yg kita inginkan hanya kedamaian, ya kan? sy tdk habis pikir jika nnti indonesia mnytakan perang kpd malaysia. tidak tidak tidak. klo sudah bgitu, tdk ada lgi harapan. tdk ada lgi mimpi. kta juga, mari bertindak untuk hal yang lebih nyata
Balas   • Laporkan
Herry M.S
06/09/2010
seharusnya kt dpt bersikap tegas jgn mau diinjak oleh bgsa lain tunjukan bahwa kt jg bs berbuat, jgn bkn bangsa indonesia sbg bgsa yg penakut. kita memperjuangkan kemerdekaan kt sendiri sementara malaysia kemerdekaannya dibri oleh Inggris.
Balas   • Laporkan
Ari Supramono
04/09/2010
Permintaan maaf pihak Malaysia...adalah harga mati...
Balas   • Laporkan
romi
03/09/2010
Klo pidatonya lemah gitu ya jangan di cilangkap, di mall ato di salon baru pas. Yg pasti "Kedaulatan Dan Harga Diri Bangsa adlh "HARGA MATI". Yang ga percaya suruh baca sejarah Kemerdekaan Indonesia
Balas   • Laporkan
daniel
03/09/2010
mana semangat juang mu SBY
Balas   • Laporkan
orang pinter
03/09/2010
Bagaimana... kalo Presiden kita kita lenserkan saja & kita ganti aja ama orang yang lebih tegas....????
Balas   • Laporkan
troesky
03/09/2010
Bagaimana bangsa ini kuat kalau para politikus hanya kerjanya memberi komentar yang kontra produktif.
Balas   • Laporkan
bdnt
03/09/2010
MERDEKA SALAM BUAT RAKYAT INDONESIA SEMUA. KITA SUDAH TIDAK SABAR ATAS SIKAP2 PEJABAT KITA. PRESIDEN DAN DPR/MPR: 1. KOROPSI SUDAH TIDAK BISA DIBRANTAS, JUSTRU UNDANG2 MEMPERKUAT KOROPSI. 2. UU DIBUAT ALAT BISNIS/DIBISNISKAN OLEH YG SEHARUSNYA MENEGAKA
Balas   • Laporkan
adhwaa
03/09/2010
negara kita besar tapi sayang tak punya taring, jadi rindu dengan kharisma dan ketegasan bung karno saat akan menganyang malaysia. tegas dan bertaring dimata dunia
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ