VIVAnews - Berbagai alasan diungkapkan anggota dewan untuk melanjutkan pembangunan gedung baru DPR. Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Michael Watimena, menilai pembangunan gedung 36 lantai yang dilengkapi dengan kolam renang bukan tanpa alasan.
"Adanya kolam renang bukan untuk latihan, adanya tempat kebugaran bukan untuk gagah-gagahan," kata Michael, dalam diskusi Gedung Baru dan Hati Nurani yang hilang, di Polemik Trijaya FM, Warung Daun, Jakarta, Sabtu 4 September 2010.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut sudah melalui riset yang cukup matang. "Menilai sesuatu itu jangan parsial, tetapi untuk lima atau sepuluh tahun mendatang," ujarnya.
Selain itu, pembangunan gedung sudah dirancang sedari lama. "Bukan ujug-ujug (tiba-tiba) barang ini ada," imbuhnya.
Lebih lanjut Michael menambahkan adanya kolam renang di lantai 36 gedung baru itu untuk mempermudah apabila ada kebakaran. "Makanya itu ada di lantai 36," ujar kader Partai Demokrat ini memberi alasan.
Michael sendiri mengakui rencana pembangunan gedung baru senilai Rp 1,6 triliun itu kurang disosialissikan, sehingga banyak yang menolak.
Sementara itu, pengamat parlemen, Sebastian Salang menilai setiap anggota DPR akan memiliki pandangan yang berbeda terkait pembangunan gedung tersebut. "Sekarang alasan adanya kolam renang saja sudah berbeda-beda," kata Sebastian.
Ide pembangunan gedung baru ini pertama kali dicanangkan oleh anggota DPR periode 2004-2009. Mereka beralasan gedung yang mereka tempati sudah tidak memadai lagi seiring bertambahnya anggota DPR dan stafnya.
Para wakil rakyat itu juga beralasan faktor keamanan dalam rumah rakyat ini semakin diragukan. Terlebih, pasca gempa beberapa saat lalu, beberapa ruangan di lantai atas Gedung DPR menjadi retak-retak. (umi)
bagaimana mau membela dan memperjuangkan hak hak rakyat,untuk kepentingan pribadi di dahulukan jadi WAKIL RAKYAT ndak punya HATI NURANI,WAKIL RAKYAT yang kasih gajih itu rakyat,berjuang membela rakyat saja belum udah minta gedung full fasilitas,
SAYA MUNGKIN SALAH PILIH MGKN HY BS BILANG ASTAGHFIRULLAH, ' Itulah kualitas wakil rakyat kita sekarang, yg dipikir hanya proyek, kan kami cuma 5 tahun jd aji mumpung !!!!!!!
Tidak peduli yg diwakili masih jutaan orang yg miskin, jutaan orang yg nganggur
seharusnya kinerja anggota DPR yang hrs d benahi,bkn malah buat gedung yang mewah,sekalian aja sertakan sertifikat hak kepemilikan ruang buat anggota DPR,d ubah aja itu nama DPR menjadi dewan perwakilan pribadi...ingat msh banyak rakyat yg msh menderita..
mana tuh hati nurani anggota DPR dan parpol yang ad di DPR yang Bawa2 Islam eh malah aklaknya ng nunjukin islami sama sekali mendingan di ganti tuh slogan2 islamnya munafik semua orangnya..................
betul2 kurang ajar! menghamburkan uang rakyat dengan alasan eksklusivitas. pantes aja negara kita gak bisa kaya! baru punya uang sedikit udah dihamburkan untuk hal2 seperti ini. BETUL-BETUL KURANG AJAR YA KALIAN ?!?!?!
lanjutkan! kelak...tahun 2013 setelah jadi...saya berdoa para wakil rakyat ini bisa menikmati gedung baru...dan saya berdoa semoga saat itu teroris sukses nge bom gedung ini dengan seluruh anggota DPR sedang didalamnya... AMIINNNN.
Saya setuju dengan pendapat teman2 semuanya, jadilah wakil rakyat yg benar2 bisa mengayomi dan memperjuangkan hak rakyat. Contohlah kesederhanaan presiden Iran yg sekarang, beliau juga pasti mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
karena kalian sudah seperti itu, jangan harap kalian bisa meminta dukungan lagi dari rakyat saat pemilu nanti, Selamat tinggal Pemilu...AKU AKAN GOLPUT