Politik

"Suka Tak Suka, Gedung Baru Tetap Dibangun"

Pembangunan juga dipicu rencana penambahan staf ahli dari dua orang jadi lima orang.

Sabtu, 4 September 2010, 12:47 WIB
Arry Anggadha, Fadila Fikriani Armadita
Rancangan gedung baru DPR yang bernilai Rp1,1 triliun (www.dpr.go.id)

VIVAnews - Meski mendapat tentangan dari berbagai pihak terkait pembangunan gedung baru, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR tetap akan merealisasikan pembangunan gedung senilai Rp1,6 triliun itu.

"Proses ini sudah ada sejak periode sebelumnya, kami hanya melanjutkan," kata anggota BURT, Michael Wattimena, usai diskusi Gedung Baru dan Hati Nurani yang hilang, di Polemik Trijaya FM, Warung Daun, Jakarta, Sabtu 4 September 2010.

Michael menambahkan, pembangunan gedung tersebut akan rampung pada akhir 2013 mendatang. "Jadi kami hanya menikmati enam bulan saja atau paling lama satu tahun," ujar dia. Alasan lain yang disampaikan Michael, pembangunan gedung ini diperuntukkan bagi anggota DPR dua puluh tahun yang akan datang.

Selain itu, pembangunan gedung itu juga dipicu rencana penambahan staf ahli bagi anggota DPRdari dua orang menjadi lima orang. "Ada rencana penambahan staf ahli, yang sudah disetujui tiga orang meski yang dibutuhkan lima orang, karena itu kami terkendala ruangan," jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini tetap bersikeras melanjutkan pembangunan gedung tersebut. "Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka itu tetap direalisasikan," ucapnya.

Dia membantah belum adanya sosialisasi terhadap anggota dewan lain terkait rencana pembangunan gedung tersebut. "Sepertinya naif kalau tidak terkonfirmasi, saya yakin semua sudah tahu," kata dia.

Ide pembangunan
gedung baru ini pertama kali dicanangkan oleh anggota DPR periode 2004-2009. Mereka beralasan gedung yang mereka tempati sudah tidak memadai lagi seiring bertambahnya anggota DPR dan stafnya.

Para wakil rakyat itu juga beralasan faktor keamanan dalam rumah rakyat ini semakin diragukan. Terlebih, pasca gempa beberapa saat lalu, beberapa ruangan di lantai atas Gedung DPR menjadi retak-retak. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Yanti
14/09/2010
Kayaknya bukan anggota DPR aja kali sebagian besar orang Indonesia kalo lihat duit GEDEEE jg pada takut nolaknya.
Balas   • Laporkan
Luber saja
07/09/2010
Wah ga nyangka ya, ternyata puluhan kontrak hutang indonesia dewasa ini cuma dipakai bwt pembangunan gedung baru senilai 1,6 Triliun.. saya pikir mw dipakai utk mensejahterakan rakyatnya, ckckck... gedung DPR lama kan masih layak, knp ga di perbaiki saja.
Balas   • Laporkan
blalang
07/09/2010
Ya Allahu Ya Robbi.......... suka2 kalianlah, dah capeeee orang klo dah putus urat malunya,,,,, ya mo bilang apaa... pak cik
Balas   • Laporkan
Daniex
07/09/2010
Itulah Mereka Wajah Manusia Indonesia yg serakah tapi nyaman di negeri ini,,wah enak yah di Indonesia Cita2 dan Propesi yang paling Serakah tapi di hargai dan di hormati ..Katanya ?..... 1. Anggota DPR 2. Pejabat Korup 3. Koruptor Kakap Anda Mau yg Mana.
Balas   • Laporkan
bro
06/09/2010
yang mau diperbaiki manusianya bukan gedungnya.salam
Balas   • Laporkan
lutfi
05/09/2010
mereka hanya terlalu ambisi untuk sebuah prestise yang belum sama sekali diperlukan. kllu memang 1,6 triliyun alangkah baiknya uang itu digunakan untuk pembangunan negeri ini (sdm)
Balas   • Laporkan
sherly
05/09/2010
"Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka itu tetap direalisasikan,". SOMBONG SEKALI ANDA, pikirkan kembali kata2 anda, ini UANG RAKYAT BUKAN UANG WARISAN KELUARGA ANDA. Sekolah yang sudah sangat tidak layak ( bocor, tanpa atap ) saja masih digunakan
Balas   • Laporkan
miss Justice
05/09/2010
"SUKA GAK SUKA KALIAN ADALAH WAKIL RAKYAT' BUKAN WAKIL PEMBOROSAN UANG RAKYAT. Pembangunan memang diperlukan tapi tolong perhatikan HANYA YANG SANGAT DIPERLUKAN BARU DIADAKAN BUKAN SEPERTI INI. RAKYAT INDONESIA PASTI MENOLAK!!! SUNGGUH MEMALUKAN
Balas   • Laporkan
blackriders
05/09/2010
Wah, ada SALON + SPA ya? Kereeennn... Oya, kalo boleh usul, sekalian aja bikin rumah bordir. Biar kalian betah rapat + semangat! Jadi gak akan tidur lagi diruang rapat!
Balas   • Laporkan
jandeel
05/09/2010
di Negeri ini mmang susah mencari wakil rkyt yang arif, amanah, ikhlas. Lihatlah rkyt brebut sembako grtis lihatlah ibu2 dg bayinya, nenek dg renyanya sling dorong sling injak berebut kupon beras grtis....., Ngri ini akan tetap miskin dg wakil rkyt yg tul
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ