Politik

Studi ke Afsel, Ini Anggota Panja Kepramukaan

Panja ini dpimpin perwakilan dari Demokrat, Golkar, PDIP, dan PAN.

Rabu, 15 September 2010, 06:46 WIB
Ita Lismawati F. Malau
  (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mendapat sorotan setelah pembangunan gedung baru yang akan menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun. Kini efektivitas kunjungan anggota dewan ke luar negeri dipertanyakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi X DPR merencanakan akan melakukan studi banding kepramukaan ke sejumlah negara, termasuk Afrika Selatan. Diduga, kondisi kepanduan di negara ini tak lebih baik dari Indonesia.

Selain ke Afsel, anggota Panja yang terdiri dari 25 anggota DPR juga akan studi banding ke Korea Selatan dan Jepang.

Ketua DPR Marzuki Alie meminta kepergian anggota panja ini untuk melakukan studi banding tidak dipersoalkan, karena UU tentang DPR mengatur masalah ini. Menurutnya, interaksi langsung lewat studi banding membuat anggota DPR mendapat pengetahuan lebih lengkap.

Namun Marzuki mempersilakan studi banding dipersoalkan jika negara yang dituju, kegiatan kepanduan atau pramukaannya tidak  lebih baik dibandingkan Indonesia. "Kalau itu, boleh. Saya sepakat. Tapi kalau persoalan studi banding kemudian marah, di departemen ke luar negeri setiap hari (ke luar negeri) nggak ribut, tapi kalau ini ke luar negeri kok salah. Heran saya," kata Marzuki kemarin.

Berikut anggot Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Kepramukaan ini, seperti dikutip dari laman DPR RI:

Pimpinan: Mahyuddin (Demokrat), Rully Chairul Azwar (Golkar), Heri Akhmadi (PDIP), dan Abdul Hakam Naja (PAN).

Sedangkan anggota Panja:

Demokrat
Parlindungan Hutabarat
Theresia E.E Pardede
Venna Melinda
Rinto Subekti
Jefirstson R. Riwu Kore

Golkar
Kahar Muzakir
Zulfadhli
Popong Otje Djunjunan
Hetifah.

PDIP
Puti Guntur Soekarno
Utut Adianto
Wayan Koster
Sri Rahayu

PKS
Herlini Amran
Akbar Zulfakar

PAN
Primus Yustisio

PPP
Reni Marlinawati
Hisyam Alie


PKB
Muh. Hanif Dhakiri

Gerindra
Noura Dian Hartarony

Hanura

Herry Lontung Siregar

(umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
iyouth
21/09/2010
SAYA SANGAT SETUJU kalau anggota dewan studi banding tentang kepramukaan, tapi setelah itu MEREKA HARUS MENGENAKAN BAJU PRAMUKA DAN KELENGKAPANNYA SAMPAI AKHIR MASA JABATANNYA...... GMANA??????? ( suruh baca dasadarma aja pada ga hafal )
Balas   • Laporkan
Achoy-Scout
15/09/2010
kayanya agak kurang kerjaan terlalu bersimpangan dengan ini : http://www.detiknews.com/read/2010/09/15/120400/1440908/10/negara-lain-justru-ingin-meniru-pramuka-indonesia
Balas   • Laporkan
norak
15/09/2010
emang anggota dpr indonesia ini suka yg aneh-aneh.. perasaan di kampung saya nih ga pernah lihat anggota dpr berkinjung.. maklum kampung saya ini kampung masih hutan... jadi g menarik bagi anggota DPR.. anggota DPR lebih suka jalan2 ke kota2..
Balas   • Laporkan
ardathromeo
15/09/2010
Gimana ngurusin Pramuka ornag anggota DPRnya kaga aktif di Pramuka, mungkin siaga, penggalang dan pembina aja kaga ngerti
Balas   • Laporkan
legislatoroon
15/09/2010
pantesnya mereka dibawa ke rumah sakit jiwa atau ke perabuan...! biadab dan tak waras. Ayo kita ganyang senayan!
Balas   • Laporkan
legislatoroon
15/09/2010
pantesnya mereka dibawa ke rumah sakit jiwa atau ke perabuan...! biadab dan tak waras. Ayo kita ganyang senayan!
Balas   • Laporkan
2gino
15/09/2010
Studi kok ke negara yg gagal. Gak usah susah2 lah cuma gerakan Pramuka kok belajar ke negeri orang. Bodoh amat kita ini ya. Gak usah pakai DPR tug Bung Andi M suruh bikin program, pasti berhasil kok, buang2 duit aja,nyarinya susah bung, gak pernah ngrasa
Balas   • Laporkan
vortal
15/09/2010
Semoga mereka masuk neraka jahanam...aminnnnnn
Balas   • Laporkan
sibarakaduk
15/09/2010
lagian rakyat suka usil ama wakilnya, ini kan bermanfaat, kalo studi pramuka ke cibubur kan macet udah geto dekat cikeas nanti diributin lagi, makanya ini dipilih ke afrika selatan, sekalian liat kuda nil geto, mau bandingin ama wakil rakyat, mirip gak...
Balas   • Laporkan
azis
15/09/2010
Kepanduan? mending Palang Merah Remaja tuch yang dimajukan (kalau masih ada). Kalau cuma tali-temali, baris, kemah.. Anak Indonesia secara alami sudah lebih ahli. Kalau mau maju sering anak Pandu kirim ke masyarakat daripada cuma kemah dan kemah aja..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ