Politik
Wakil Ketua DPR:

"Saya Kaget Kunjungan Luar Negeri Rp19 T"

LSM Fitra mencatat untuk 2010 DPR menganggarkan dana Rp100 miliar lebih untuk studi bandin

Senin, 20 September 2010, 11:25 WIB
Ismoko Widjaya, Mohammad Adam
Pramono Anung (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Pimpinan DPR menyatakan akan mengevaluasi anggaran kunjungan kerja keluar negeri. Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo mengaku terperanjat mendengar biaya pos itu untuk DPR dan seluruh jajaran pemerintah mencapai Rp19 triliun, sebagaimana diungkap Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).

"Saya secara pribadi juga terkejut ketika angkanya itu hampir Rp18-19 triliun," kata Pramono, Senin, 20 September 2010.

Pramono menekankan sebenarnya studi banding perlu dilakukan. Tapi di sisi lain dia mengakui anggaran itu terlalu besar.

"Tentunya perlu ada pengkajian kembali. Dan kalau memang perlu dikoreksi tentunya kita tidak perlu malu-malu untuk melakukannya," kata mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini. "Saya melihat memang angka itu perlu dievaluasi kembali. Terlalu besar."

Pramono memahami maraknya protes dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengenai besarnya jumlah anggaran untuk kunjungan kerja ke luar negeri.

Sebelumnya, Indonesia Budget Center melansir temuan bahwa anggaran ke luar negeri DPR tahun 2010 mencapai Rp73 miliar, melonjak 76 kali lipat dibanding tahun 2005. Dana ini diambil dari anggaran Program Legislasi Nasional 2010 yang keseluruhannya mencapai Rp173,4 miliar.

Sedangkan, LSM Fitra mencatat untuk masa 2010, Dewan Perwakilan Rakyat menganggarkan dana Rp100 miliar lebih untuk studi banding. Sekitar Rp40 miliar di antaranya khusus untuk studi banding terkait rancangan undang-undang. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
amanah
16/10/2010
wah... kali ini Gus Dur salah... masak Anak TK bisa menghabiskan uang 19T.... ini anak TK apa anak ajaib ya?
Balas   • Laporkan
najiv
16/10/2010
selamat jalan-jalan bapak2 DPR... semoga bisa refresing sepuasnya... jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak buat anak istri...mumpung rakyatnya pada baik dan mau ngasih uang saku untuk jalan-jalan...
Balas   • Laporkan
bobz marley
16/10/2010
berpikirlah seolah olah bapak" yang terhormat sebagai kami rakyat miskin.
Balas   • Laporkan
laba raden
16/10/2010
19T......wowwww,klw bner y pake duit pribadi dlu lh,nti mnta ganti ny ma rakyat.....byr ktauan angota dewan ny yg mn bnr2 korup...eeeitz jgn lpa klw beli ap2 mntk nota ny y bapak2 yg terhormat.
Balas   • Laporkan
udin
16/10/2010
mohon temen2 semua tau. bahwa buat jadi dpr itu musti pake duit. jadi kalo sekrg berebut dui . kan lumrah.
Balas   • Laporkan
popo
15/10/2010
ini kira2 jawaban dr agt DPR "lha aku itu wkt mencalonkan diri jd agt DPR jg hbs uang buuaaanyaakkkk, klo hanya makan gaji buta saja ya nggak nyukupi buat nutup biaya kampanye duluuuuu (rugi aku), kalian sebagai rakyat jelata jg harus mengerti dongggg."
Balas   • Laporkan
akhmad saudi
13/10/2010
klo dibeli'n sembako tuk rakyat miskin uang 19 T. mungkin ngga ada anak yg kurang gizi lg di indonesia.
Balas   • Laporkan
brad pitt
13/10/2010
Wah...Cuma 19 T. sekalian aja 100 T. kami rakyat indonesia sangat setuju klu anggarannya 100 T. biar aja rakyat mati kelaparan yg penting anggota DPR nya HAPPY........ Hidup anggota DPR....Hidup Koruptor...selamat menikmati uang rakyat, potong URAT MALU m
Balas   • Laporkan
noe
13/10/2010
laaaaaah ya anggota DPR maunya jalan-jalan trus.. ga mikir ya uang itu dari mana n penggunaan seharusnya untuk apa.. studi banding sih studi banding, tapi ga smpe sgtunya mereun bpk/ibu DPR... trus bwt apa juga sih d gdung DPR/MPR mw d bngun spa segala..
Balas   • Laporkan
Bramuda
12/10/2010
Pak....saya bisnis dipotong pajak...klo saya gak bayar pajak nanti saya dipenjara. tapi uang pajaknya kok dipakai untuk jalan2 ya? saya aja mau tambah modal usaha dipersulit bank... Gimana sich pak?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ