Politik

Ical: Strategi Golkar Mulai Menuai Hasil

Capres Golkar kader terbaik yang dipilih berdasarkan hasil survei.

Kamis, 18 November 2010, 19:31 WIB
Suwarjono
Aburizal Bakrie (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan strategi baru Partai Golkar untuk mengembalikan kejayaan partai sudah mulai menuai hasil. Karena itu, dia optimis tahun 2014 mendatang Partai Golkar akan bisa meraih kemenangan.

“Kita sekarang memakai slogan 'suara Golkar, suara rakyat'. Kita akan memperjuangkan apa yang dimaui rakyat. Ini terbukti berhasil membawa Partai Golkar memenangi 53 persen pilkada,” kata Ical saat sesi tanya jawab pada kuliah umumnya “The World in Indonesia, Indonesia in The World” di Hotel Shangri La, Singapura, Kamis, 18 November 2010.

Ical mengatakan, selain itu dalam survei terakhir, posisi Golkar juga makin menguat. Saat ini, kata Ical,  partainya adalah partai yang pergerakan popularitasnya tertinggi, meskipun secara peringkat masih
nomor dua di bawah Partai Demokrat.

Saat sesi tanya jawab itu, peserta yang mayoritas mahasiswa Nanyang Technological University itu menanyakan apakah Ical akan maju menjadi presiden dalam Pilpres 2014 mendatang. Menjawab hal itu, dia mengatakan bahwa di Golkar ada sistem bahwa calon baik di pilkada maupun pilpres adalah mereka yang tertinggi di survei, bukan harus ketua partai.

“Ini karena kita ingin hadirkan calon yang terbaik bagi Indonesia,” ujarnya. Juga ada yang menanyakan pandangannya atas pemerintahan SBY. Menjawab hal itu, Ical menyatakan bahwa semua pemimpin punya cara memimpin masing-masing.

“Soekarno punya gaya sendiri, Soeharto juga punya gaya sendiri, demikian pula dengan SBY. Yang penting tujuannya harus untuk mengabdi pada rakyat,” ujarnya.

Menurut Ical, pemerintahan SBY harus dijaga stabilitasnya. Karena itu, tidak boleh pemerintahan ini berhenti di tengah jalan. Sebab untuk kelangsungan pembangunan diperlukan stabilitas politik.

“Golkar dan koalisi akan menjaga stabilitas politik ini agar pemerintah bisa bekerja melanjutkan pembangunan,” tegasnya. Namun Ical menagaskan juga bahwa Golkar tidak berarti akan mengamini setiap kebijakan pemerintah. Kebijakan yang tak pro rakyat akan tetap dikritik, dan yang baik akan dipuji dan didukung.

Dalam pidato kuliah umumnya, Ical menjabarkan mengenai sejarah politik dan ekonomi Indonesia. Ical bahkan yakin suatu hari nanti Indonesia akan memiliki masa depan yang cerah dan akan lebih sukses dari Singapura. “Saya tetap bangga dengan negara saya dan suatu saat saya yakin akan ada masa depan cerah yang akan membuat Indonesia bisa lebih baik dari Singapura,” ujarnya.

Kepada khalayak Singapura, Ical juga mengenalkan Indonesia negara yang besar dengan keragaman suku bangsa dan budaya. Namun kesemuanya bisa menyatu dalam prinsip Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Bhinneka tunggal ika ini terlihat simpel tapi mengikat kita kuat,” tukasnya. Ical juga mengatakan perkembangan demokrasi Indonesia berjalan dengan baik. Bahkan negeri yang belum berpengalaman dengan demokrasi terbuka ini bisa menyelenggarakan pemilu langsungnya tanpa konflik yang besar dan berdarah.

Namun demokrasi juga perlu ditunjang dengan perekonomian yang baik. Ical mencontohkan kelemahan pemerintahan Presiden Soekarno adalah karena gagal membentuk sistem ekonomi yang kuat, sehingga kemudian ada bencana ekonomi.

Ical mengatakan saat ini perekonomian Indonesia mulai maju. Posisi Indonesia baik di kawasan maupun di dunia sudah semakin strategis. Meski demikian, dia tidak menafikkan masih ada masalah dalam negeri. Untuk membantu, maka pemerintah, kata Ical, perlu melakukan intervensi di berbagai sektor.

“Misalnya dalam pembangunan infrastruktur, banyak pembangunan yang tidak diminati swasta, padahal infrastruktur itu berguna dalam kelancaran perekonomian. Di sini pemerintah perlu mengambil alih,” ujarnya.

Ical mengatakan kemajuan selalu banyak hambatan dan tak mudah diraih. Dia mengatakan hal itu ibarat orang memanjat tebing. “Harus sabar seperti pemanjat tebing, meski sulit harus dijalani dan saya yakin Indonesia bisa lebih besar,” tandasnya. (sj)

Laporan: Dian widiyanarko



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ilamsumantri
27/10/2011
hasil apa nih? hasil atas keberhasilan menbodohi rakyat?
Balas   • Laporkan
petualang gila
19/11/2010
numpang ketawa aja disini ya
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ