Politik

18 Kebohongan Dibacakan di Depan SBY

Masalah inilah yang memicu kerisauan pemerintah, sehingga mengundang tokoh lintas agama.

Selasa, 18 Januari 2011, 01:45 WIB
Umi Kalsum, Bayu Galih
Tokoh Lintas Agama bertemu SBY di Wisma Negara (Antara/Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Pertemuan selama 4,5 jam antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan sejumlah tokoh agama di Istana Negara,  berlangsung secara terbuka. Tokoh lintas agama bahkan kembali membacakan 18 kebohongan yang pernah dibacakan beberapa waktu lalu.

"Kami sangat terus terang membacakan. Seruan itu dibacakan lagi, dan saya kira itu diterima oleh Presiden," kata Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia Andreas Anangguru Yewangoe, usai pertemuan, Selasa dini hari, 18 Januari 2011.

Dari 18 kebohongan itu, sembilan kebohongan lama dan sembilan kebohongan baru. Kebohongan lama yang dimaksud menyangkut angka kemiskinan yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, ketahanan pangan dan energi yang gagal total, anggaran pendidikan yang terus menurun, pemberantasan teroris yang belum maksimal, penegakan HAM yang tidak ada tindak lanjut hukumnya, kasus Lapindo yang penyelesaiannya belum jelas, kasus Newmont yang nyatanya terus saja membuang limbah tailing ke Laut Teluk Senunu, sebanyak 120 ribu ton, dan tidak adanya renegosiasi kontrak dengan Freeport.

Sedangkan sembilan kebohongan baru pemerintah menyangkut: tidak adanya transparansi dalam menjalankan pemerintahan terkait mundurnya Sri Mulyani dari posisi Menkeu, kebebasan beragama dan persatuan bangsa seperti yang dicanangkan pemerintahan SBY dianggap angin lalu karena masih terjadi 33 kali penyerangan fisik yang mengatasnamakan agama.

Selain itu, tidak adanya kebebasan pers yang terlihat dari 66 kasus fisik dan non fisik yang dialami insan pers,  kasus pelecehan dan kekerasan terhadap para TKI di luar negeri, tidak adanya reaksi atas masalah kedaulatan NKRI saat tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan ditangkap polisi Malaysia.

Kebohongan lainnya menyangkut penegakan hukum, kasus rekening gendut polisi, intimidasi terhadap antikorupsi dan kasus lawatan Gayus Tambunan ke sejumlah lokasi.

Walau pertemuan berlangsung sekitar 4,5 jam, mulai pukul 20.00 WIB Senin 17 Januari 2011 hingga pukul 00.30 WIB Selasa, pembahasan dalam pertemuan itu masih bersifat awal. Belum ada pembicaraan yang bersifat substansif.

"Hal-hal sangat susbtansial akan dibahas selanjutnya nanti. Jadi ini bukan akhir, ini baru tahap sangat awal," lanjut Andreas.

Karena itu Andreas mengatakan tokoh agama akan terus mengawal seruan mereka agar diperhatikan Pemerintah. "Kami akan kawal terus dan akan tuntut untuk terus dialog," lanjut Andreas.

Sementara itu Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto mengatakan tokoh agama menuntut pengentasan angka riil kemiskinan di Indonesia. Namun menurut Kuntoro, Pemerintah tidak pernah berbohong karena terus berusaha melakukan perbaikan.

"Saya kira itu hal yang memang berproses untuk kita perbaiki," jawab Kuntoro.

Baca juga: Wanita Ini Tak Bisa Duduk Selama 10 Tahun



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yuli
07/03/2011
kapan Indonesia mau berubah, pusing deh. Yang penting tingkatkan rasa rajin bekerja dan giat berusaha supaya Indonesia maju ....
Balas   • Laporkan
MAHADI
07/03/2011
JANGAN DIPIKIRKAN JALANI SAJA SESUAI DENGAN ALIRAN AIR MENGALIR
Balas   • Laporkan
waluyo
20/01/2011
salam buat teman2 semua. saya mau tanya, apakah komentar kita disini akan di baca oleh beliau2, bapak2 kita yg sedang sibuk memikirkan perut n kepentingan partainya sendiri? maaf, tapi saya jg tdk menyalahkan teman2 yg menulis komentar disini. salam
Balas   • Laporkan
supirtaksi
20/01/2011
Kalo seorang supir taksi berbohong yg dirugikan cuman penumpang taksinya yg merasakan dampaknya ya cuma penumpang taksi. Kalo seorang presiden berbohong ???
Balas   • Laporkan
santoso
20/01/2011
ingat pepatah "janganlah engkau menghakimi orang lain supaya engkau tidak dihakimi" lebih baik mulailah bebenah diri kita sendiri, supaya cita2 kita tercapai, dr pd urusin masalah negara yg nggak ada abisnya. Buat mrk yg korupsi ingat! masih ada akhirat..
Balas   • Laporkan
santoso
20/01/2011
ingat pepatah "janganlah engkau menghakimi orang lain supaya engkau tidak dihakimi" lebih baik mulailah bebenah diri kita sendiri, supaya cita2 kita tercapai, dr pd urusin masalah negara yg nggak ada abisnya. Buat mrk yg korupsi ingat! masih ada akhirat..
Balas   • Laporkan
steven
20/01/2011
Tolonglah agar kita lebih wise/bijaksana dalam hal menyampaikan uneq-uneg , saya berpikir masih ada kata-kata lain yg lebih bijak dari kata 'pembohong' mungkin kita gantikan yang lain agar memberi teladan yg lebih baik bagi generasi yang akan datang .
Balas   • Laporkan
anjar
20/01/2011
inilah manusia indonesia... sangat gampang bilang ini kebohongan, seolah olah semua ini jadi tanggung jawab presiden semua, lantas kerjanya si tokoh agama ini apa... apa yg dia sudah perbuat untuk umatnya sehingga mereka merasa punya hati yang sangat suci
Balas   • Laporkan
SUPARNO
20/01/2011
TERLALU PROTOKOLERRRR!!!!!...... sehingga yg seharusnya tegas jdi biasa2 aja, gak ada kesan blas. lebih menunjukkan ketidak tegasan pemerintah/presiden. COBA presiden bersikap TEGAS mungkin laen ceritanya,,,, wong presiden ngomong gak ngefek uk....
Balas   • Laporkan
andhy
20/01/2011
kita lihat terus kelanjutan dari pemerintahan SBY apakah akan seperti inii terus !! kalau seperti ini terus sampai kapan indonesia kan maju .,.,
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ