Politik

Prabowo: Bosan Dengar Isu PDIP Masuk Kabinet

Menurut Prabowo, siapapun yang masuk dalam kabinet harus bekerja keras untuk rakyat.

Minggu, 13 Februari 2011, 06:50 WIB
Hadi Suprapto, Lutfi Dwi Puji Astuti
Prabowo Subianto (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Katua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menganggap angin lalu atas isu masuknya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Menurut Prabowo, siapapun  yang masuk dalam kabinet  melalui reshuffle harus bekerja keras untuk rakyat. "Itu  (isu PDIP masuk kabinet) sudah lama, sudah bosan," kata Prabowo saat ditemui di acara Penutupan Kongres I Tunas Indonesia Raya, organisasi sayap Parta Gerindra, di Jakarta, Sabtu malam, 12 Februari 2011.

Sebelumnya, pada Senin 7 Februari, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan situasi sudah mendesak bagi Presiden Yudhoyono untuk segera merombak kabinetnya. Penyebabnya, "banyak kebijakan pemerintah melalui menteri-menterinya yang tidak pro-rakyat."

Pernyataan Tjahjo merupakan penegasan dari pernyataan dia sebelumnya di Bali. Tak kepalang tanggung, dia menilai setidaknya ada 10 menteri yang layak diganti karena kinerjanya jauh dari harapan. Tjahjo bahkan menunjuk hidung. Menurut dia, salah satu yang pantas diganti adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Tapi, Tjahjo lalu buru-buru menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogratif presiden. Soal ini juga tak ada hubungannya dengan kepentingan partainya untuk merebut kursi kabinet. PDIP, kata Tjahjo, saat ini sudah berkomitmen berada di luar pemerintahan.

"Mau reshuffle atau tidak kan haknya presiden. PDI Perjuangan tidak pada posisi berkepentingan," ujarnya. "Kalau tidak ada reshuffle, kasihan rakyat Indonesia dan yang rugi Presiden sendiri." (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
born
06/03/2011
lebih bosan kami yg lihat Gerindra nggak konsisten, awak pikir pahlawan ternyata penjilat
Balas   • Laporkan
prasetyoono
01/03/2011
gak usah ngurusi dapur orang, kemana gerindra yg dulu, aktif bantu sana sini, sekarang setelah masuk parlement malah mlempem.
Balas   • Laporkan
ssemar
14/02/2011
Beda lho mandi,makan dan minum dgn air tg kotor
Balas   • Laporkan
namalosaluhut
13/02/2011
Rakyat juga sudah bosan menunggu Pak PRABOWO memimpin REVOLUSI INDONESIA...lama kali pun....
Balas   • Laporkan
carlos
13/02/2011
Pilih sy utk jadi Presiden,pasti judi n lokalisasi akan sy legal kan.lumayan sumber APBN.dari pada mungutin pajak tapi dikorupsi,enak pejabat pajak dan pengusaha.wkwkwkkw...ada yg setuju
Balas   • Laporkan
ssemar | 14/02/2011 | Laporkan
Beda lho mandi,makan dan minum dgn air tg kotor
bengkhoang | 13/02/2011 | Laporkan
sy se7...yg penting unt emakmuran rakyat...perkara dosa nanti langsung sedekah biar hapus dosa2nya....ok
lho, pk gamawan kan jadi gub sumbar atas dukungan PDIP, gimana sih mas cahyo kumol ini....ada sebenarnya sih dgn mendagri ? apa krn masalah RUU joga, jadi cahyo kumol gak seneng......gak boleh gitu, ini bisa memecah belah NKRI.
Balas   • Laporkan
martole
13/02/2011
aduh ahmad dhani ko bisa2nya nyebut istrinya sedang hamil....gimana sih..
Balas   • Laporkan
tung
13/02/2011
Apa urusannya kok merasa bosan segala?
Balas   • Laporkan
saya tau knapa pak gamawan yang d tonjol2kan untuk d ganti. krna di indonesia seakan hanya orang2 jawa yng pntas berkuasa. terbukti presiden kita dr dulu orang jawa semua yng brkuasa. sekrang stiap ada pmimpin yng bukn jawa ex.pk gamawan, mau dsingkirkn
Balas   • Laporkan
Wisanggeni | 13/02/2011 | Laporkan
presiden dipilih lgsg oleh rakyat, siapapun bsa jdi presiden. Sukarno keturunan Jawa-Bali, berarti Mega hanya 25% Jawa krn ibunya Bengkulu. Habibie keturunan Sulawesi, JK org Bugis. Klo Anda pengen jdi presiden silakan aja ikut Pilpres! :)
amijaya
13/02/2011
kayaknya PDI-P udah kebelet tuuh... pingin jadi menteri..
Balas   • Laporkan
h3rrypot | 13/02/2011 | Laporkan
betul wa
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ