Politik

Target PKS, Satu Tahun Satu Juta Kader

Perlu diperhatikan pula bahwa partai politik bukan hanya sebagai organisasi.

Kamis, 24 Februari 2011, 23:47 WIB
Ismoko Widjaya
Ratusan ribu kader & simpatisan PKS di Gelora Bung Karno (Antara/ Andika Wahyu)

VIVAnews - Tidak biasanya, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dibuka dengan iringan musik beraliran hip-hop atau rap. Musik karya M Marzuki berjudul 'Jogja Istimewa' yang sudah tersohor di Yogya itu membuka Mukernas PKS.

Acara ini dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang didampingi Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq, di Hotel Sheraton Yogyakarta, Kamis 24 Februari 2011.

Para petinggi PKS hadir dalam pembukaan Mukernas ini. Mereka yang terlihat antara lain Ketua Dewan Syuro Ustadz Hilmi Amiluddin, mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid, Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, serta para Menteri dari PKS diantaranya Menkominfo Tifatul Sembiring, Menristek Suharna Surapranata dan Mensos Salim Segaf Al-Jufri.

Mukernas PKS 2011 ini dihadiri  2.500 utusan yang mewaliki DPP, DPW, DPC dan simpatisan aktif serta kader partai se-Indonesia. Dalam sambutannya Sultan mengatakan, slogan PKS yang mengusung HAM dan Kebebasan beragama sangat tepat dengan situasi saat ini. Sebab isu-isu kekerasan yang mengatas namakan agama mulai marak di Indonesia.

Selain itu, kata Sultan, perlu diperhatikan pula bahwa partai politik bukan hanya sebagai organisasi. Namun menurut Sultan, partai harus mampu eksis dan mengakar pada rakyat. Dalam situasi politik, parpol juga harus mendukung suara rakyat.

"Suara rakyat adalah suara Tuhan, tapi saat ini suara rakyat adalah suara uang," sindir Sultan pada situasi saat ini. Dengan harapan itu pemerintah provinsi DIY menyampaikan agar PKS tetap jadi partner untuk berkontribusi pada masyarakat dalam aspek budaya, agama dan politik.

Sementara itu Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq menyampaikan, ini adalah formula terhadap masyarakat kita telah diterima oleh masyarakat. PKS adalah partai pertama yang siap diverifikasi untuk maju 2014. "Kami targetkan tidak kurang dari 1 juta kader dalam 1 tahun," ujar Luthfi.

Laporan: Erick Tanjung l Yoggyakarta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
herrypurwwanto
25/02/2011
PKS kalau landasannya UUD45 DAN PANCASILA mungkin kedepan masih bisa berjaya dalam pemilu,tapi kalau landasannya masih ke ARAB ARABAN jangan harap bisa menang dalam pemilu kedepan secara nasional ,nanti lihat dan buktikan sama2
Balas   • Laporkan
jurihida
25/02/2011
Sedikit banget, masa cuma sejuta, 3 tahun cuma 3 juta, mana menang pemilu, kalau tercapai kalau nggak, malu dong kalau gak sampe target, piye toh PKS
Balas   • Laporkan
mahrizal
25/02/2011
@bio : analogi ente salah bro, musik itu memang dibahas di agama mengenai hukumnya sedangkan pesawat tempur dan tank itu masalah dunia ente yang akalnya harus dipakai
Balas   • Laporkan
aisahana
25/02/2011
pks = Partai KoSong... ngomong doank...
Balas   • Laporkan
lugu | 25/02/2011 | Laporkan
jangan asbun dong
lugu | 25/02/2011 | Laporkan
aisahana@ bukannya anda yang asal ngoment....nggak nyambung dan nggak obyektif
naufalea
25/02/2011
"iringan musik beraliran hip-hop atau rap", setahu saya dimana-mana anggota PKS itu taat sunnah (katanya), soalnya apa-apa bid'ah, dholalah, Nar. Tapi kok doyan musik juga, emang ada hadistnya ya...bid'ah asal enjoy ngga apa2 kali yee, betul pa ustadz PKS
Balas   • Laporkan
ariezein | 25/02/2011 | Laporkan
bio13, tolong pelajari lagi tentang hadist ya, bukannya ada hadist yang jelas menyatakan Rasullullah membenci musik dan mengatakan bahwa nanti ada umatnya yang akan menghalalkan musik ? Lalu dengan apa musik dianalogikan ?
bio13 | 25/02/2011 | Laporkan
kalo apa2 serba ada hadistnya....emang perang pakai pesawat tempur, pakai tank ada hadistnya? emang belajar berkuda ama belajar kendarai mobil gak bisa dianalogikan? Sampeyan punya akal mbok dipakai....??
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ