VIVAnews – Krisis ekonomi global berdampak pada berubahnya peta politik Indonesia. Menurut Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, popularitas Presiden Yudhoyono menurun.
”Yudhoyono tidak bisa menyelesaikan krisis ekonomi di sektor riil ini,” katanya dalam diskusi tentang Menyikapi Dampak Krisis Global terhadap Perubahan Politik Indonesia di Doekoen Coffee, Graha Permata, Pancoran, Jakarta Selasa, 14 Oktober 2008.
Menurut Ray, masyarakat makin terdesak dengan ekonomi yang krisis, tidak ada intensif untuk masyarakat kecil, dan lapangan kerja makin berkurang. Tata cara penyelesaian krisis oleh pemerintahan Yudhoyono, katanya, tidak menguntungkan masyarakat. ”Tapi menguntungkan segelintir orang yang bermain di bursa saham,” katanya.
Senada, Pengamat Ekonomi Kusfiardi mengatakan pemerintah tidak punya perhatian di sektor riil dan masih bergantung pada impor. ”Kebijakan pemerintah justru melindungi kegiatan spekulatif di dalam pasar modal dan pasar uang,” katanya.