VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang melakukan kajian untuk Pemilihan Presiden 2014. PKS sudah melakukan dua langkah mewujudkan itu, pertama melalui kajian Majelis Pertimbangan Partai (MPP) dan kedua, proses melakukan pemantapan memunculkan nama di Majelis Syuro.
"Dua langkah sudah kita lakukan, di kajian Majelis Pertimbangan Partai disepakati dan terus mendorong kader untuk maju. Dan, sekarang sudah selesai membentuk panitia seleksi termasuk, tengah dalam proses memunculkan nama calon," kata Sekjen PKS Anis Matta di Surabaya, Sabtu 24 Desember 2011.
Terkait pencapresan, PKS memberikan penilaian, idealnya persyaratan untuk bisa mencalonkan Presiden diturunkan. "Idealnya diturunkan, minimal sama dengan parliamentary threshold," kata Anis.
Itu, menurut Anis, agar partai bisa mencalonkan tokoh dari kadernya untuk maju sebagai capres di pemilu mendatang. "Itu hasilnya sangat baik, selain muncul banyak stok calon pemimpin nasional. Masyarakat akan mendapat keuntungan dan kemudahan untuk menilai siapa yang layak sesuai penilaian mereka sendiri," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu.
Selebihnya, PKS mendesak agar pemerintah segera menyelesaikan UU Pemilihan Presiden di tahun 2012 mendatang. Termasuk, berharap semua parpol juga segera mengumumkan calon presidennya. Dengan segera mengumumkan calon presiden dari masing-masing, selain memberikan pendidikan politik yang baik, juga masyarakat memiliki waktu yang panjang serta berpikir dengan berbagai pertimbangan dalam menentukan pilihan.
"Di Indonesia ini, banyak calon-calon pemimpin yang memiliki kualifikasi sebagai pemimpin. Dan, itu harus diketahui masyarakat," kata Anis.
Kemudian sejumlah nama yang dimaksudkan memiliki kemampuan sebagai pemimpin disebutkan, di antaranya Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Mahfud MD, termasuk Dahlan Iskan. "Dari Jawa Timur juga banyak, termasuk dari generasi muda cuma selama ini belum kelihatan."
Sementara, saat ditanya apakah PKS akan memberikan contoh menyebut atau mengumumkan capresnya lebih awal, agar masyarakat juga punya banyak waktu untuk berfikir guna menentukan pilihan, Sekjen PKS itu menjawab kemungkinan tersebut memang ada. "Tidak tertutup kemungkinan, PKS juga lebih awal munculkan capres," katanya. Laporan Tudji Martudji | Surabaya (adi)
Calon presiden jangan dari jawa timur terus, terlalu kedaerahan, semua kebijakan pemerintah saat ini selalu kedaerahan, kebanyakan menteri yang dipilih SBY juga dari kedaerahan. dahlan iskan bahasa inggris saja tidak bisa, mau jadi presiden.
antok_laulo
| 18/01/2012
|
Laporkan
ini komen pa Jargon ya,, kampanye belum di buka kok sudah provokatif sihh!
ivancandra
26/12/2011
pks jangan mimpi punya calon presiden yg akan jd presiden.. suaranya juga bakalan stagnan ga akan berubah apalagi nambah so,ga usah banyak omong ttg presiden deh lo wkwkwkk
Gak salah nih Ical dibilang capres berkualitas. Pake otak dong kalo ngomong. Pak Ical itu kan mafia pajak, ngurusin Lapindo aja gak kelar2. Kalo Ical jadi Presiden bisa ancur nih negara ini kayak Sidoarjo. Jangan sampai dech..
PAK DAHLAN, JGN JADI POLITIKUS BISA JADI MUNAFIQ SAMPEYAN, ANDA SEORANG PROFESIONAL, MILYARDER SEKRNG SALURKAN KEHEBATAN ANDA KE RAKYAT INDONESIA, NGGAK POLITIK..POLITIKAN ORA PATE'EN...BRAVO D.I
fatrinando
| 30/12/2011
|
Laporkan
PKS harus kembali ke khittah perjuangan, mewujudkan masyarakt berkeadilan dan sejahtera, dengan bermoral dan berakhlaq dan tegaknya ajaran syariah, jika masih seperti ini, maka PKS akan kembali menjadi kecil, mana bakti sosial yang dulu sering dilakukan P
soronang
| 26/12/2011
|
Laporkan
bisa jadi namanya juga politik, cuma ical yang dana nya kuat. PKS kan cuma pengen uangnya kursi, bukan sok tahu tapi fakta silahkan saja dibuktikan..
e-jav
| 26/12/2011
|
Laporkan
jgn negative thinking mas.. klw g tau gak usah komen.nambah dosa.
sistem politik di Indo tidak memberikan kesempatan orang jujur dan baik untuk maju jadi Presiden...kasihan pak Dahlan..jangan kotori dedikasi beliau dg politik orang orang kotor