Politik

Mega: Kekerasan Aceh Sisa Konflik Masa Lalu

"Ini sisa-sisa dari persoalan Aceh. Harus hati-hati, karena penyelesaiannya tidak final."

Selasa, 10 Januari 2012, 14:42 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Megawati Soekarnoputri (VIVAnews/KDW)

VIVAnews - Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta agar pemerintah menyelesaikan konflik masa lalu di Aceh. Ini terkait rentetan kekerasan di Nanggroe Aceh Darussalam.

"Seharusnya pemerintah pusat melihat. Apalagi sudah ada pernyataan kalau itu akibat konflik yang lalu. Artinya mereka tahu. Saya hanya menganjurkan finalisasilah masalah-masalah yang lalu. Saya bicara ke pemerintah pusat," kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Selasa 10 Januari 2012.

Mega menilai penembakan di Aceh itu merupakan konflik masa lalu yang belum terselesaikan. "Ini sisa-sisa dari persoalan Aceh. Harus hati-hati, karena penyelesaiannya tidak final, tidak total," kata dia.

Selain itu, seharusnya pemerintah juga mengatakan kepada masyarakat secara gamblang mengenai penembakan-penembakan yang terjadi di Aceh. "Penembakan yang tidak diketahui, itu sangat absurd. Jelaskan dengan benar saja, itu sebenarnya bisa diketahui," kata dia.

Aksi penembakan di Aceh terus terjadi belakangan ini. Sasarannya adalah warga pendatang. Selain itu, aksi penembakan dilakukan menjelang Pemilukada di Aceh. Berdasarkan data dari Imparsial, korban penembakan di Aceh sepanjang tahun 2011 hingga 2012 ini sebanyak 17 orang. Penembakan dilakukan oleh orang tak dikenal dan sejumlah oknum aparat.

Kekerasan terjadi dini hari tadi, Selasa, 10 Januari 2012. Sekelompok orang menyerang rumah calon bupati Aceh, Misbahul Munir, pukul 03.45 WIB.

Misbahul adalah Wakil Ketua DPRK Aceh Utara dari Partai Aceh yang mencalonkan dirinya sebagai Bupati Aceh Utara dari jalur independen. Belum dipastikan, apa motif serangan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menduga rentetan aksi penembakan terkait Pilkada Aceh.

"Kalau kemarin-kemarin kita melihat itu seolah-olah berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Tetapi dengan adanya tindak kekerasan yang terus berlangsung, kemudian perobohan tiang listrik, ini kan mengingatkan kita kembali pada masa-masa konflik yang lalu," ujar Djoko sebelum rapat membahas Rencana Pembagunan Jembatan Selat Sunda di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin kemarin. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kameng
10/02/2012
IBU MEGA INI YANG ITU PENGIKUT2NYA.. ACEH ITU KONFLIK AKIBAT DARI SUKARNO YANG MEMBOHONGI RAKYAT ACEH. DIA DAN SUKARNO SAMA2 MENANGIS SAAT BERBICARA DIDEPAN RAKYAT ACEH. PADAHAL PEMBOHONG BESAR.
Balas   • Laporkan
bangwz
10/01/2012
ngacau lagi nch ,di kasih kpercayaan dlu malah gak becus apa2. beuh............///@
Balas   • Laporkan
Ismail Hidayat
10/01/2012
"Dulu waktu saya jadi presiden...", "dulu Bapak saya sudah mencontohkan...", Ayo Bu..., maju terus..., pantang mundur..., pokoknya 2014 Ibu harus Maju jadi Capres, biar saya bisa milih yang lain...
Balas   • Laporkan
indr4 | 11/01/2012 | Laporkan
kwkwkwkwkwkw....
Oiya bu, cara Ibu dulu selesaikan Aceh gak mempan, lihat aja porelehan suara SBY di Pemilu hampir 94% itu karena kami berterimakasih sama SBY, jadi jangan Asal bunyi.
Balas   • Laporkan
siginting
10/01/2012
kerja nya mengkritik sajaaa ini nenek rombeng....
Balas   • Laporkan
anhar1961 | 11/02/2012 | Laporkan
Kan kerja mah nggak becus mas, lihat aja dulu kerjaannya gimana ..
abdeeas
10/01/2012
Pak SBY coba tanyain ke Ibu Mega.. katanya " ITU SEBENARNYA BISA DIKETAHUI"...
Balas   • Laporkan
Nyari masalah baru ya ibu mega ini,,hati-hati, jangan asal bicara..!!!
Balas   • Laporkan
ki_amat
10/01/2012
Ini orang pandai-nya bersilat lidah doang !! Bukannya waktu masa dia jadi Presiden dia yang membuat konflik dengan diterapkannya operasi militer di sana ?
Balas   • Laporkan
varduxx
10/01/2012
Sok tau. gak usah ngomong yang lain malah bingung
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ