Politik
Kasus Agraria

Mega: Pangan Dulu, Baru Tambang Emas

Ia menilai konflik pertanahan yang terjadi di Bima dan Mesuji akan jadi persoalan besar.

Selasa, 10 Januari 2012, 17:22 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Megawati Soekarnoputri (ANTARA- REUTERS/Darren Whiteside)

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat berencana membentuk panitia khusus  konflik agraria yang terjadi di Bima dan Mesuji. Menanggapi hal ini, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri meminta pansus bertindak cepat. Sebab, konflik pertanahan yang terjadi di Bima dan Mesuji ini bisa menjadi persoalan besar.

Megawati lantas mempertanyakan apakah Undang-undang Pertanahan sudah ada. "Kalau sudah ada, lalu kenapa tidak diimplementasikan? Kalau sudah dimplementasikan berhenti dan tidak jalan, itu jadi ada masalah," kata Mega di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Selasa 10 Januari 2011.

Mega menambahkan, bahwa saat ini sudah ada UU tentang Tata Ruang, namun UU ini  tidak digunakan untuk mengatur masalah perebutan seperti yang terjadi di Bima dan Mesuji. "Kenapa itu (UU Tata ruang) tidak dilakukan untuk dibuat peraturan-peraturan di bawah UU yang ada. Sangat mudah sekali," kata dia.

Mega menegaskan, bahwa Indonesia ini adalah negara kepulauan sehingga memang jumlah tanah di Indonesia lebih sedikit dibandingkan lautan. Sehingga Undang-undang Tata Ruang itu seharusnya digunakan untuk mengatur semuanya. "Sehingga di UU Tata ruang yang saya lihat ada pasal yang perlu penguatan," kata dia.

Mega mengatakan, seharusnya tanah yang dinilai masih produktif tidak boleh diganggu dengan adanya aktivitas pertambangan. Sementara tanah yang sudah tidak produktif bisa digunakan untuk aktivitas lain.

Selain itu, Mega mengatakan, pemerintah juga harus mempertimbangkan, tanah mana yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat. Serta mempertimbangkan masyarakat lebih membutuhkan tambang atau pangan.

"Ketika suatu daerah di atasnya daerah produktif untuk pangan di bawah ada emas, yang mana yang dipilih? Saya jelas, itu jangan diganggu gugat dulu, buat cadangan anak kita, pangannya saja dulu," kata dia.

Mega menambahkan, saat ini pemerintah banyak menggunakan tanah-tanah produktif untuk melakukan aktivitas lain selain bertanam, seperti yang terjadi di Karawang dan Bekasi. "Itu tanah produktif yang harusnya jadi lumbung pangan," kata dia.

Sementara, saat ini banyak terjadi protes yang dilakukan oleh warga karena lahan mereka banyak yang digunakan untuk pertambangan. "Kalau saya lihat mereka menjahit mulutnya, ini berarti mereka sampai pada satu tingkat frustasi, karena suara mereka tidak didengar. Solusinya itu apa? Hak mereka sekarang sedang digeser. Katanya suara rakyat suara Tuhan. Kalau begitu, tentunya harus ngomong," kata dia.

Mega menambahkan, pemerintah seharusnya segera menyelesaikan kasus ini, supaya tak terjadi lagi di daerah-daerah lain. "Eskalasinya itu bisa terjadi, karena mereka mau menanam di tanah mereka, tanah adat, ulayat, yang proporsional harus bagaimana?" kata dia. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
siginting
24/01/2012
Pemerintahan sekarang adalah pemerintahan yang memperbaiki keburukan pemerintahaan sebelum nya...So , kl pemerintahan sekrang bnyk menangani masalah-masalah seperti itu..biang kerok nya adalah pemerintahan sebelum pemerintahan skrg...Liat Dosa sendiri mbo
Balas   • Laporkan
adhie5
24/01/2012
jangan sok jadi PAHLAWAN BU
Balas   • Laporkan
freak2010
16/01/2012
Ibu selalu suka basa basi deh kasus mesuji lampung dari jaman gusdur sampe megawati sudah ada dulu ibu jadi presiden kenapa gak bertanya2 sudahkah diriku melindungin wong cilik ...ck..ck..ck kolot2 suka lupa ya jangan mimpi bu mau jadi presiden lagi
Balas   • Laporkan
juno75
11/01/2012
ibu dimana ya saat 2 pulau kita diambil Malingsia ?
Balas   • Laporkan
indr4
11/01/2012
waduh saya takut milih ibu jadi presiden soal nya pas ibu jadi presiden kemaren didaerah saya premanisme merajalela....kayak singa lepas dari kandang....
Balas   • Laporkan
commuter
11/01/2012
Laksana komentator sepakbola, piawai berkomentar tp pas disuruh "main" bisanya mingkem.
Balas   • Laporkan
Ezzy Haryoto
11/01/2012
Ibu satu ini paling pinter klo ngomong, coba pas jd presiden kemarin pinter jual aset negara....eneg gua..!!!
Balas   • Laporkan
wongbulu | 11/01/2012 | Laporkan
gua malah muntah, dulu gua ngedukung banget pas tahu kualitasnya cuman segitu tapi tetep ngeyel. ga tahu diri, emang negara kepunyaan keluarganya.
brotherhood87
10/01/2012
kayaknya mau nyaores lagi ya bu..??? gak malu kalau kagak kepilih lagi..????
Balas   • Laporkan
siginting
10/01/2012
banyakkkk ceritaaaaaaaaaaaaaaa
Balas   • Laporkan
grayak
10/01/2012
untung saya gak milih ibu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ