Politik

Ramadhan: Media Pengaruhi Citra Demokrat

Turunnya popularitas Parati Demokrat berdasarkan survei LSI dianggap karena pengaruh media

Minggu, 5 Februari 2012, 17:07 WIB
Bayu Galih, Suryanta Bakti Susila
Pengurus Partai Demokrat 2010-2014 (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei yang mengungkap turunnya popularitas Partai Demokrat. Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah kader partai dituding sebagai penyebab turunnya popularitas partai yang mengantar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden ini.

Menanggapi ini, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan Demokrat selalu mawas diri dengan setiap hasil survei.

Menurutnya, pemberitaan media yang intens dalam kasus Nazar, dan implikasi penyebutan nama-nama kader partai, jelas mempengaruhi citra Demokrat. "Itu realitas media. Realitas yang kemudian mempengaruhi persepsi publik," kata Ramadhan, saat dihubungi VIVAnews, Minggu 5 Februari 2012.

Menurut Ramadhan, jika persoalan hukum kasus Nazar dan penyebutan nama-nama kader PD selesai, maka popularitas PD bakal naik lagi. "Akan rebound lah, naik lagi seperti semula," ujarnya.

Menurut dia, kader semua parpol pasti terkena kasus, tak ada yang steril. "Tapi seiring selesainya kasus hukum ini, Demokrat lebih mudah berbenah. Lebih cepat rebound," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ady_soka
23/02/2012
Hem,.LHADALA ! Pemilu yad,Demokrat pasti jeblok,karena dulu orang lihatnya SBY.Nanti,jangan harap rakyat msh pilih Demokrat karena SBY tak ada lagi.Terlebih orang menilai SBY sangat mengecewakan,gagal dlm semua hal.Kader2nya yg korup mana bs dipilih ?
Balas   • Laporkan
mxol
07/02/2012
Ini satu lagi kebodohan yang dipertontonkan kader demokrat. Kalau PD ingin menjadi baik, bukan mengkritik pers tapi kritik atau tegur dan berhentikan kader yang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi dan kelompokknya. Cerdaslah bung pohang ..
Balas   • Laporkan
komisitiga
06/02/2012
Ramadhan Pohan ngomomg sama berak sama baunya. Gak kapok di tabok ?. Waktu Pak beye di angkat oleh media. ape loe juga komplain ? DEMOKRAT RUSAK OLEK KAREBA AGGOTANYA. salah satunya eloe. Terus. SUTAN. Ruhut. UNAS. Max sopacua.andi DLL
Balas   • Laporkan
alterakunsinyo
06/02/2012
salut buat MEDIA bongkar terus kebobrokan RAMADHAN POHAN dan DEMOKRAT
Balas   • Laporkan
klo tubuh bau comberan ya gak usah nyalahin pihak lain. mungkin bnr media py kepentingan sendiri, tp klo nggak ada sebab pasti nggak keluar berita jelek. ramadhan pohan, makhluk satu ini memang setengah mati defensifnya.
Balas   • Laporkan
yifdani
06/02/2012
loe lagi pohan, eneg gue lihat muka loe. kalau jumpa gue mungkin udah gue tampar muka loe tuh.
Balas   • Laporkan
dr.kupingcongek | 06/02/2012 | Laporkan
wakakakakak.....
Maksud dari kata rebound itu akan diluncurkan Bantuan Langsung Tunai...gitu loch...money politic pake duit negara...sip...sip...sip...
Balas   • Laporkan
iron maiden
06/02/2012
kalau dulu2 citra PD tinggi dikatakan oleh kader2 PD bahwa itu sesuai kenyataan, skrg saat citranya hancur dikatakan itu akibat dijelek2kan media, BURUK MUKA CERMIN DIPECAH, lebih baik lihat saja pada pemilu 2014
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
05/02/2012
media sah2 saja memberitakan semua dan tambah dikit didramatisir biar heboh. Tapi klo kelakukan kadernya baik dan santun seperti pesennya pak BY, pemberitaannya pasti juga bagus, kan kadernya juga yg gak baik dan gak santun. Medianya gak salah bro..
Balas   • Laporkan
andariesta
05/02/2012
Malah yang saya ketahui dan tidak ter-ekpose lbh parah dari sekedar diberitakan media.. Pemimpinnya seperti tenang dan ademadem saja. Tapi dibalik itu mereka punya "tim rahasia" utk menjaga jangan sampai terbuka aib-aib mereka.. :-)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ